Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Buntut 200 Ton Zirkon Batal Diekspor, Bea Cukai Ancam Pidanakan Succofindo

RAKYATPOS.COM,PANGKALPINANG - Sebanyak 200 ton diduga berisi mineral ikutan timah berupa pasir Zirkon yang semula akan diekspor ke China dimuat dalam delapan kontainer milik PT Cinta Alam Lestari (CAL), kini masih tertahan di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) 01 Bea Cukai Pangkalpinang Pelabuhan Pangkalbalam.

Bahkan, sebelumnya Tim Ditjen Minerba Kemen ESDM yang dipimpin Ridwan Djamaludin selaku Dirjen Minerba telah membawa sample Zirkon untuk dilakukan uji lab pada Minggu (4/4/2021) lalu.

Namun sayangnya, batalnya ekspor Zirkon ini, baik Bea Cukai Pangkalpinang maupun Succofindo nampaknya saling menyalahkan alias cuci tangan.

"Kita mengambil sample untuk membuktikan benar gak sih laporan (Succofindo) yang kemarin. Kalau lab nya bilang ini kurang 65,5, berarti kan salah pemberitahuannya," kilah Kepala Bea Cukai Pangkalpinang, Yetty Yulianti kepada wartawan di kantornya, Rabu (7/4/2021).  

Ia menegaskan, bakal memproses hukum bilamana Succofindo diduga mengajukan pemberitahuan tidak benar terkait Zirkon 200 ton tersebut.

"Jadi, Succofindo mengajukan pemberitahuan yang tidak benar kepada Bea Cukai ya kita proses, kita pidana dong itu kan pemberitahuan tidak benar," tegasnya.

Kepala Bea Cukai menjelaskan pihaknya juga melakukan pengambilan sample bareng dengan Dirjen Minerba Kemen ESDM turun melakukan pemeriksaan dan pengambilan sample Zirkon untuk diuji di laboratorium (Lab).

"Kan pak Dirjen ke sini Minggu. Kita bawa sample nya ke Laboratorium Bea Cukai Jakarta (LBCJ) di Cempaka Putih Jakarta, kemungkinan hasilnya seminggu," jelasnya.

Dikatakan Yetty, pihaknya hanya bertugas untuk melakukan pemeriksaan dokumen ekspor 200 ton zirkon ini, sedangkan pemeriksaan fisik bukan kewenangan pihaknya.

"Kalau Sucofindo bilang yes, masa' saya bilang no kan. Dasar saya apa kata Sucofindo, situ gak tahu apa, situ gak punya lab," dalihnya. (bis/7)

Diatas Footer
Light Dark