Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Delapan Kali Beraksi, Bandit Spesialis Curanmor di Pangkalpinang Roboh Didor Polisi

Kanit Buser Naga Polres Pangkalpinang, Aipda Rudi Kiai saat meringkus  Landi (27), bandit spesialis curanmor di Kelurahan Melintang, Senin (22/2/2021). Karena mencoba kabur saat diminta menunjukkan barang bukti, pelaku harus merasakan timah panas dari petugas. (foto: Untung Novrianto)
Kanit Buser Naga Polres Pangkalpinang, Aipda Rudi Kiai saat meringkus Landi (27), bandit spesialis curanmor di Kelurahan Melintang, Senin (22/2/2021). Karena mencoba kabur saat diminta menunjukkan barang bukti, pelaku harus merasakan timah panas dari petugas. (foto: Untung Novrianto)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG -  Petualangan Landi (27), bandit spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berakhir. Dia diringkus Tim Buser Naga Polres Pangkalpinang , Senin (22/2/2021) pukul 15.00 Wib. Pelaku tercatat sudah delapan kali melakukan aksinya di wilayah hukum Kota Pangkalpinang.

Warga Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang ini ditangkap usai mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu di sebuah rumah di kawasan Kelurahan Melintang, Gang Samudra. Petugas harus bertindak tegas dan terukur dengan menghadiahi pelaku dengan timah panas, lantaran mencoba melarikan diri saat diminta menunjukan barang bukti.  

Pantauan rakyatpos.com sebelum ditangkap Tim Buser Naga  yang dipimpin Aipda Rudi Kiai sudah memantau pergerakan pelaku satu minggu lamanya. Pelaku diketahui kerap menggunakan motor N-Max yang merupakan motor hasil curian.

Landi  pada saat ditangkap diketahui masih dalam pengaruh sabu, hal tersebut terlihat dari mulut pelaku yang kerap bergetar saat saat dilakukan interogasi oleh petugas. Sempat berkilah, kejahatan pelaku mulai terkuak pada saat pelaku dan sepeda motor yang digunakannya, dipertemukan dengan korban di kawasan jembatan 12.

Pelaku tidak bisa mengelak pada saat korban menunjukan bukti kepemilikan kendaraan bermotor yang cocok dengan motor N-Max milik korban. Kemudian, dari interogasi petugas, pelaku yang mengaku telah mencuri motor di delapan tempat kejadian perkara.  

Adapun motor yang sukses digasak pelaku yakni Kawasaki KLX 150 S, 3 unit Yamaha N-Max, Honda Scoopy, Mio M3, Honda Beat dan Mio Soul. Dari pengakuan pelaku, motor-motor tersebut dijual kepada Fuad warga Desa Labu, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka.  

"Ada empat motor yang saya jual ke Fuad di Desa Labu, hasil curian selalu saya bawa kesana, Fuad juga pernah memesan sepeda motor Mio M3, katanya ada yang mau beli," ujar pelaku Landi.  

Mendapat petunjuk dari pelaku, sekitar pukul 16.00 Wib, Tim Buser Naga kemudian bergerak menuju Desa Labu untuk melakukan penangkapan terhadap Fuad. Berkoordinasi dengan Polsek Puding Besar, akhirnya Fuad berhasil ditangkap di kediamannya sekitar pukul 17.00 Wib. Pada saat ditangkap penadah barang curian ini sedang tidur. 

"Ya pak, pernah jual, bisa kita ambil motornya masih di kampung ini (Desa Labu), motor itu saya gadai bukan jual rata-rata seharga 3 hingga 8 juta rupiah," ungkap Fuad ketika diinterogasi polisi.  

Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan pencarian motor hasil curian, hasilnya empat motor curian ditemukan di rumah penduduk Desa Labu. Lebih Lanjut, pelaku Landi mengaku mencuri sepeda motor yang kuncinya masih tergantung di kunci kontak sepeda, dirinya mengaku melakukan pencurian sendirian. 

"Hasil curian tersebut untuk dibelikan sabu,"kata Landi.  

Sementara, Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku curanmor berikut penadah. Menurut dia, dalam beraksi pelaku cukup terorganisir.  

"Komplotan curanmor ini sudah tertata rapi, pelaku serta penadah yang menyebar motor curian ini. Pelaku memanfaatkan kelengahan korban saat motor terparkir, awal terbongkarnya kasus ini kami menerima laporan curanmor di Jalan Eka Rini," terang Adi Putra, Selasa (23/2/2021) siang.  

Menurut Adi Putra, kedua pelaku dan penadah saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Satuan Reskrim Polres Pangkalpinang. Selain itu, turut diamankan barang bukti delapan motor curian. 

"Untuk pelaku kami jerat dengan pasal pencurian 363 dengan ancaman 7 tahun penjara, sementara itu untuk penadah dikenakan pasal 480," kata Adi Putra. (unt)  

 

Diatas Footer
Light Dark