Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Dishub Babel Bahas Kemacetan Lalu Lintas di Jalan Depati Hamzah

Kadihub Babel memimpin rapat bersama instansi terkait berkenaan penangan kemacetan di Jalan depati Hamzah Pangkalpinang.(foto: sentosa).
Kadihub Babel memimpin rapat bersama instansi terkait berkenaan penangan kemacetan di Jalan depati Hamzah Pangkalpinang.(foto: sentosa).

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar rapat koordinasi. Pertemuan yang diselenggarakan di Ruang Rapat Dishub Babel, Kamis (25/2/2021) itu, membahas penanganan kemacetan lalu lintas yang terjadi di sejumlah titik sepanjang Jalan Depati Hamzah, Kota Pangkalpinang, Babel.

Turut hadir Kepala Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang Ubaidi, Kelapa Dinas PU Kota Pangkalpinang Suparlan,  Kabagbin Ops Dit Lantas Polda Kep. Babel  Deddy, serta Perwakilan Polres Pangkalpinang, Perwakilan PUPR Babel, dan instansi terkait lainnya, dalam pertemuan tersebut.

Dalam rapat, Tajuddin mengatakan, wacana yang berkembang di masyarakat untuk memberlakukan jalur satu arah (one way) di sepanjang Jalan Depati Hamzah Pangkalpinang masih belum dapat dilaksanakan, namun untuk mengurai kemacetan lalu lintas perlu dilakukan rekayasa lalu lintas.

Dengan pemberlakukan satu arah, ungkap Tajuddin, menimbulkan gejolak di masyarakat yang merasa keberatan, maka langkah yang tepat dilakukan saat ini, dengan merekayasa lalu lintas di titik kerawanan kemacetan.

Titik kemacetan yang sering terjadi di sepanjang Jalan Depati Hamzah, diungkapkan Tajudin, yaitu di perempatan menuju Jalan Kaldera, Jalan Batu Nirwana I serta pertigaan Jalan Tegal, dan beberapa  titik lainnya yang perlu dilakukan rekayasa lalu lintas, agar pengguna jalan dapat lalu lalang tanpa terjadi kemacetan yang berarti.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang, Ubaidi berpendapat, ini bermula dari hasil rapat beberapa tahun lalu yang dilakukan, dan keluhan yang disampaikan masyarakat agar pemberlakuan satu arah dilaksanakan pada jam- jam tertentu saja, untuk mengurai kemacetan yang terjadi.

Menurut Ubaidi, kemacetan terjadi pada pagi hari, dimana banyak masyarakat yang berangkat kerja dan juga banyak masyarakat mengantar anak ke sekolah melalui jalur tersebut, termasuk di sore hari pada saat pulang kantor. 

Hal senada diungkapkan Kabagbin Ops Dit Lantas Polda Babel,  Deddy. Dikatakannya, kemacetan lalulintas lebih banyak di titik perempatan dan pertigaan Jalan Depati Hamzah khususnya perempatan menuju Jalan Kaldera dan pertigaan jalan menuju Jalan Tegal ke arah Simpang Pasir Putih.

“Rata-rata indikasi kemacetan pada persimpangan jalan, karena banyak penumpukan kendaraan yang akan berbelok ke arah jalan Simpang Pasir Putih dan beberapa titik lainnya, akhirnya di satu sisi jalan yang tidak begitu lebar dan dua arah, maka terjadi penumpukan yang mengakibatkan kemacetan, sehingga perlu diurai melalui rekayasa lalu lintas,” kata Deddy.

Selain itu, disebutkan Deddy, hal itu juga disebabkan banyak pengguna jalan yang parkir di badan jalan, sehingga perlu dilakukan penertiban.(rel/sentosa).

Diatas Footer
Light Dark