<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rakyat Pos</title>
	<atom:link href="http://rakyatpos.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rakyatpos.com</link>
	<description>Dari Rakyat Untuk Rakyat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 20:49:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Kawanan Maling Bermobil Diciduk</title>
		<link>http://rakyatpos.com/headlines/kawanan-maling-bermobil-diciduk</link>
		<comments>http://rakyatpos.com/headlines/kawanan-maling-bermobil-diciduk#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 20:49:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rakyatpos.com/?p=7465</guid>
		<description><![CDATA[Bongkar Rumah Kosong, Boyong TV Diduga Bersenpi, Polisi Masih Selidiki &#160; TOBOALI – Kawanan maling yang diduga bersenjata api, Kamis malam (2/2/2012) berhasil dibekuk jajaran Reksrim Polres Bangka Tengah di Kecamatan Koba. Para tersangka adalah Su (40), warga Pesantren Koba, As (28) warga Jalan Padang Mulia Koba dan Feri (30), Jalan Syafri Rahman. Mereka sebelumnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<ul>
<li><strong>Bongkar Rumah Kosong, Boyong TV </strong></li>
<li><strong>Diduga Bersenpi, Polisi Masih Selidiki</strong></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://rakyatpos.com/wp-content/uploads/2012/02/HL3.jpg" rel="lightbox[7465]" title="HL"><img class="alignleft size-full wp-image-7466" title="HL" src="http://rakyatpos.com/wp-content/uploads/2012/02/HL3.jpg" alt="" width="240" height="159" /></a>TOBOALI – Kawanan maling yang diduga bersenjata api, Kamis malam (2/2/2012) berhasil dibekuk jajaran Reksrim Polres Bangka Tengah di Kecamatan Koba. Para tersangka adalah Su (40), warga Pesantren Koba, As (28) warga Jalan Padang Mulia Koba dan Feri (30), Jalan Syafri Rahman. Mereka sebelumnya berhasil membongkar rumah Rusli (37) Pegawai Negeri Sipil (PNS) warga Jalan AMD Toboali sekitar pukul 19.00 Wib.<br />
Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Bangka Selatan, Komisaris Heru Hedi Handoro seizin Kapolres Ajun Komisaris Besar M Yusup menyebutkan, para tersangka menggunakan mobil APV BN 2057 CK, nekat membokar rumah korban yang memang saat itu sedang kosong.<br />
Terungkapnya aksi tersangka, setelah tetangga korban menghampiri mobil yang parkir tak jauh dari rumah Rusli. Ketika itu, tetangga korban sempat menanyakan maksud dan tujuan mobil tersebut berada di situ.<br />
Satu orang tersangka yang berada di mobil mengatakan sedang menunggu temannya. Tetapi tetangga korban yang curiga lalu melihat rumah Rusli. Ternyata, kediaman korban yang tak berpenghuni tengah dimasuki dua orang tersngka lainnya.<br />
Melihat dua orang mencurigakan itu, tetangga Rusli tersebut lalu berteriak hingga aksi mereka terhenti. Ketiga tersangka langsung kabur dengan mobilnya, dan membawa serta 1 unit TV milik Rusi. Atas kejadian tersebut, korban lalu menghubungi jajaran Polres Basel.<br />
Usai menerima laporan, Kabag Ops, bersama Kasat Reskrim Polres Basel Ajun Komisaris Andi Rahmadi dan Kapolsek Toboali langsung turun ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) melakukan TPTKP dan Olah TKP.<br />
Saat itu, Kabag Ops juga memerintahkan anggota Polsek Air Gegas memback up untuk mengecek mobil yang digunakan tersangka. Selain itu, Kabag Ops segera berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Bateng. Hingga akhirnya, anggota Satreskrim Polres Bateng berhasil mendapatkan mobil APV yang digunakan para tersangka. Mobil tersebut dibuntuti hingga ke kediaman Su. Dan para tersangka berhail dibekuk ketika sedang menurunkan TV hasil curian ke rumah Su.<br />
“Tersangka berikut barang bukti sudah dibawa ke Polres Basel untuk tahap penyidikan lebih lanjut. Selain tiga tersangka, polisi juga mengembangkan dan menetapkan NU, istri SU sebagai tersangka lainnya. Kasus ini masih kita kembangkan apakah para tersangka terkait dengan kasus-kasus pencurian lainnya,” jelas Kabag Ops didampingi Kasat Reskrim kepada wartawan.<br />
Ditanya soal informasi para tersangka menggunakan senpi dalam menjalankan aksinya? Kabag Ops menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan tentang itu. Namun ia menyebutkan, senpi belum bisa dipastikan karena saksi melihat pelaku dari jauh dalam kondisi gelap.<br />
&#8220;Bisa saja itu pistol mainan atau sajam (senjata tajam) yang dibawa karena rumah korban gelap tidak ada PLN hanya menggunakan genset yang ketika itu dimatikan karena penghuninya sedang keluar rumah,” kata Heru.<br />
Terpisah, Kapolres Basel, Ajun Komisaris Besar M Yusup menghimbau kepada masyarakat Basel agar selalu waspada dan meningkatkan pam swakarsa di daerah masing-masing sehubungan mulai maraknya kasus pencurian. Ia meminta agar rumah yang ditinggalkan pemiliknya selalu dititipkan ke tetangga sebelah sehingga selalu terawasi.<br />
“Laporkan ke polisi terdekat bila ada kejadian yang mencurigakan. Jika laporan cepat maka upaya untuk pengungkapan kasus lebih terbuka. Seperti kasus ini langsung dilapor dan kita segera berkoordinasi dengan jajaran yang lainnya,” tukas Yusup seraya menyebutkan ada beberapa kasus pencurian yang baru dilaporkan setelah beberapa hari usai kejadian. Akibatnya sedikit menyulitkan petugas untuk melakukan pengembangan dan pengungkapan kasus. (raw/1)</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rakyatpos.com/headlines/kawanan-maling-bermobil-diciduk/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Camat Toboali Juga Digasak</title>
		<link>http://rakyatpos.com/headlines/rumah-camat-toboali-juga-digasak</link>
		<comments>http://rakyatpos.com/headlines/rumah-camat-toboali-juga-digasak#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 20:47:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rakyatpos.com/?p=7462</guid>
		<description><![CDATA[Sementara itu, pada hari yang sama sekitar pukul 23.00 Wib, Polres Bangka Tengah menangkap buronan pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) di berbeda tempat. Sebanyak lima orang tersangka dibekuk bekerjasama dengan Polres Bangka Selatan (Basel). Lima tersangka itu yakni Narto, Asri, Feri, Udin dan Alimin. Kini tersangka berikut barang bukti telah diamankan polisi. Informasi yang dihimpun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://rakyatpos.com/wp-content/uploads/2012/02/M.-Setyobudi-Damping-HL.jpg" rel="lightbox[7462]" title="M. Setyobudi (Damping HL)"><img class="alignleft size-full wp-image-7463" title="M. Setyobudi (Damping HL)" src="http://rakyatpos.com/wp-content/uploads/2012/02/M.-Setyobudi-Damping-HL.jpg" alt="" width="180" height="240" /></a>Sementara itu, pada hari yang sama sekitar pukul 23.00 Wib, Polres Bangka Tengah menangkap buronan pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) di berbeda tempat. Sebanyak lima orang tersangka dibekuk bekerjasama dengan Polres Bangka Selatan (Basel). Lima tersangka itu yakni Narto, Asri, Feri, Udin dan Alimin. Kini tersangka berikut barang bukti telah diamankan polisi.<br />
Informasi yang dihimpun Rakyat Pos menyebutkan, tiga tersangka yang mencuri di kediaman Rusli warga Jalan AMD Toboali adalah juga komplotan curat buronan Polres Bangka Tengah yang berhasil ditangkap ini.<br />
Asri (29) warga Desa Belilik Kecamatan Namang dan Narto (40) ditangkap di kediaman Narto tepatnya di Jalan Pesantren Al-Muhajirin Simpang Perlang Koba. Kemudian Feri (30) warga Jalan A. Yani Koba ditangkap di jalan yang lokasinya berjarak dekat dengan kediaman Narto. Sementara Udin (21) dan Alimin (28) warga Jalan Syafri Rachman Koba ditangkap di rumah masing-masing.<br />
Alimin sebelum ditangkap sempat bersembunyi diatas loteng rumahnya, sementara Udin<br />
ditangkap berpura-pura tidur di tempatnya. Mereka mengaku, sebelum ditangkap, Asri, Narto dan Feri sempat mencuri di rumah Camat Toboali Kabupaten Basel, Kamis (2/2/2012) sekitar pukul 19.30 Wib.<br />
Hasil operasi di rumah camat itu, para tersangka memperoleh emas, uang dan televisi dengan nominal yang belum diketahui nilainya. Dan menurut pengakuan di kepolisian, para tersangka ini telah berhasil mencuri di 5 Tempat Lejadian Perkara (TKP) yakni 4 di wilayah Kabupaten Bangka Tengah dan 1 TKP di wilayah Bangka Selatan.<br />
Dari tangan tersangka, petugas mendapati barang bukti berupa 2 unit mesin genset kapasitas 3000 volt dan 1000 volt, velg racing motor sebanyak 2 unit. Lalu 2 unit sepeda motor yakni Honda Tiger dan Yamaha Scorpio, helm 3 buah, ban motor, mesin parut es 1 unit, dan perkakas tukang yang terdiri dari gergaji, palu, dan waterfast.<br />
Semua barang bukti itu ditemukan di dalam rumah Narto kecuali televisi 21 inchi yang didapati maih berada di dalam mobil APV warna putih yang dirental para tersangka saat menjalankan aksinya di rumah Rusli, warga Toboali.<br />
Kapolres Bangka Tengah Ajun Komisaris Besar M. Setyobudi mengatakan, para tersangka ini sudah dua bulan menjadi Target Operasi (TO) polisi. Dan tepat kemarin malam, setelah Polres Bateng memperoleh informasi dari Polres Basel soal para tersangka dan mendapati bahwa Asri, Narto dan Feri menggunakan mobil APV warna silver, pihaknya langsung menindaklanjuti.<br />
Polisi mencari keberadaan mobil AVP warna putih yang digunakan para tersangka, kemudian membuntutinya hingga ke rumah Narto. Setelah itu menangkap satu persatu tersangka mulai dari kediaman Narto hingga ke tersangka lain di rumahnya masing-masing.<br />
&#8220;Terungkapnya para tersangka berawal dari informasi dari Polres Basel yang pernah mengetahui keberadaan tersangka yang menggunakan mobil APV. Bermodal informasi itu akhirnya dikembangkan oleh petugas. Tersangka curat ini bakal bertambah, namun sekarang masih dalam penyelidikan,&#8221; kata Setyobudi saat dikonfirmasi Jum&#8217;at (3/2/2012) kemarin.<br />
Dikatakan Kapolres, tersangka Asri, Narto, dan Feri kini telah ditahan di Mapolres Basel. Sementara Feri, Udin, dan Alimin diamankan di Mapolres Bateng sekaligus barang bukti tindak kejahatan mereka di 5 TKP.<br />
&#8220;Para tersangka sudah kita amankan, dua orang kita serahkan ke Polres Basel dan 3 tersangka diamankan di Polres Bateng,&#8221; pungkasnya. (ran/1)</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rakyatpos.com/headlines/rumah-camat-toboali-juga-digasak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanah Longsor, 2 Penambang Tewas</title>
		<link>http://rakyatpos.com/headlines/tanah-longsor-2-penambang-tewas</link>
		<comments>http://rakyatpos.com/headlines/tanah-longsor-2-penambang-tewas#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 20:45:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rakyatpos.com/?p=7458</guid>
		<description><![CDATA[Hujan Penyebab Tanah Longsor PEMALI &#8211; Lama tak terdengar, peristiwa kecelakaan kerja di kawasan tambang kembali terjadi. Jum&#8217;at sore (3/2/12) kemarin, 2 orang warga Dusun Mentabak, Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka yang menjadi korban tertimbun tanah langsor di kawasan TI Dusun Tutut yang maih masuk wilayah Dusun Mentabak. Kedua korban pun dikabarkan tewas. Informasi yang dihimpun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Hujan Penyebab Tanah Longsor</strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">PEMALI &#8211; Lama tak terdengar, peristiwa kecelakaan kerja di kawasan tambang kembali terjadi. Jum&#8217;at sore (3/2/12) kemarin, 2 orang warga Dusun Mentabak, Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka yang menjadi korban tertimbun tanah langsor di kawasan TI Dusun Tutut yang maih masuk wilayah Dusun Mentabak. Kedua korban pun dikabarkan tewas.<br />
Informasi yang dihimpun Rakyat Pos, peristiwa naas yang menimpa penabang inkonvensional ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB kemarin, ketika kondisi cuaca sedang hujan lebat diwarnai gemuruh petir.<br />
Kedua korban yakni Piter (32) dan Diwan (35) kala itu sedang berada di kawasan TI di belakang permukiman warga. Keduanya tak menghiraukan kondisi hujan lebat dan berpetir saat itu. Mereka asik saja bekerja di lobang camuy tambang dan tak menyangka akan menjadi korban reruntuhan tanah.<br />
Dan tiba-tiba, datang gemuruh tanah yang longsor dari bagian permukaan tanah bekas galian. Kontan saja keduanya panik hingga akhirnya terjebak ke dalam longsoran tanah tanpa bisa menyelamatkan diri.<br />
Sejumlah rekan korban dan warga sekitar yang mendapat kabar memilukan ini langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi dan berupaya mengevakuasi kedua korban dari dalam longsoran. Tampak membantu personil dari Polsek Pemali dan Polres Bangka.<br />
Sialnya, diduga karena kehabisan oksigen dan tertimbun tanah terlalu lama, Piter dan Diwan saat berhasil ditemukan 2 jam usai kejadian, sudah meregang nyawa. Oleh warga dan polisi, kedua korban kemudian langsung dibawa pulang ke rumah duka.<br />
Kapolres Bangka, Ajun Komisaris Besar Pipit Rismanto, SIK melalui Kapolsek Pemali, Inspektur Dua Ridwan saat dikonfirmasi wartawan harian ini, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan kerja tersebut. Dikatakan Ridwan, pihaknya dibantu warga sekitar sudah melakukan evakuasi korban dan membawanya ke pihak keluarga masing-masing usai diindentifikasian Tim Ident Polres Bangka.<br />
&#8220;Kejadiannya pukul 16.00 WIB ketika hujan lebat sore tadi (kemarin). Keduanya tertimbun longsoran tanah dan ditemukan sudah meninggal dunia sekitar dua jam usai kejadian,&#8221; kata Ridwan. (2nd/1)</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rakyatpos.com/headlines/tanah-longsor-2-penambang-tewas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penambang di Muara Tirus Membandel</title>
		<link>http://rakyatpos.com/headlines/penambang-di-muara-tirus-membandel</link>
		<comments>http://rakyatpos.com/headlines/penambang-di-muara-tirus-membandel#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 20:39:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rakyatpos.com/?p=7453</guid>
		<description><![CDATA[Sejumlah TI Masih Beroperasi Sebagian Penambang Hijrah ke Hutan Bernai &#160; RIAU SILIP &#8211; Aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) rajuk di hutan mangrove muara Sungai Tirus sepertinya tidak bisa dengan mudah dihentikan aparatur Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka. Buktinya, meski pihak kecamatan sudah memasang plang larangan menambang di kawasan itu dan melakukan penertiban baru-baru ini, para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<ul>
<li><strong>Sejumlah TI Masih Beroperasi</strong></li>
<li><strong>Sebagian Penambang Hijrah ke Hutan Bernai</strong></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://rakyatpos.com/wp-content/uploads/2012/02/HL22.jpg" rel="lightbox[7453]" title="HL2"><img class="alignleft size-full wp-image-7454" title="HL2" src="http://rakyatpos.com/wp-content/uploads/2012/02/HL22.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>RIAU SILIP &#8211; Aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) rajuk di hutan mangrove muara Sungai Tirus sepertinya tidak bisa dengan mudah dihentikan aparatur Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka. Buktinya, meski pihak kecamatan sudah memasang plang larangan menambang di kawasan itu dan melakukan penertiban baru-baru ini, para penambang masih juga membandel. Saat ini aktivitas penambangan masih terus dilakukan sebagian pemilik TI.<br />
Masalah lainnya bahkan muncul penambangan baru di kawasan hutan Desa Bernai tak jauh dari Sungai Tirus. Penambangan ini dimotori oleh para penambang yang angkat kaki dari hutan mangrove Sungai Tirus, yang kemudian membuka lahan baru di hutan Bernai.<br />
Camat Riau Silip, M Ansori Muslim mengeluhkan kondisi ini. Saat ditemui Rakyat Pos kemarin, Ansori menyesalkan membandelnya penambang. Padahal beberapa waktu lalu telah dilakukan penertiban oleh pihaknya. Akibatnya kini pihak kecamatan sulit mendata penambangan dan warga pendatang yang bermukim di kawasan tersebut.<br />
&#8220;Setelah beberapa waktu lalu kami tertibkan, sebagian mereka (penambang) sudah hengkang dari kawasan tersebut, namun mereka pindahnya di kawasan hutan Desa Bernai,&#8221; ujar Ansori seraya mengaku akhirnya mereka urung mendata pendatang di lokasi itu mengingat permasalahan seputar pertambangan belum tuntas.<br />
&#8220;Jadi pogram pendataan kami belum terlaksana, karena permasalahan TI ini belum kelar,&#8221; imbuhnya.<br />
Ansori mengakui, sampai hari ini masih ada ponton TI yang melakukan aktivitas di kawasan muara sungai Tirus. Terhadap hal itu, dalam waktu dekat pihak kecamatan akan menurunkan tim penertiban kembali, berkerjasma dengan pihak kepolisian untuk menindak aktivitas penambangan di dua kawasan tersebut.<br />
&#8220;Dalam waktu dekat kami akan turun kembali melakukan penertiban di dua kawasan ini,&#8221; tegasnya.<br />
Sebelumnya, Pol PP Kabupaten Bangka dan Polsek Riau Silip berencana melakukan penertiban aktivitas tambang di kawasan muara Tirus, namun hingga berita ini diturunkan separuh dari 50 ponton yang terdata masih melakukan aktivitasnya, seolah-olah tidak mengindahkan teguran tegas dari pihak terkait.</p>
<p style="text-align: justify;">TI Pinggir Jalan<br />
Sementara itu di Kecamatan Belinyu, meski telah dilakukan penertiban oleh pihak kecamatan dan Polsek Belinyu beberapa waktu lalu, akivitas penambangan di seberang jalan tidak jauh dari SMP Negeri 5 Belinyu, di Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu, juga terus terjadi.<br />
Dari pantauan Rakyat Pos, penambangan yang dilakukan tidak jauh dari jalan raya persisnya di seberang jalan pabrik aspal tersebut, malah menggunakan alat berat eksavator (PC) merek Hitachi untuk melakukan penggalian tanah tambang. Setidaknya ditemukan 5 unit TI yang tengah beraktivitas, Kamis dan Jumat (2-3/2/2012) kemarin.<br />
Tidak hanya disitu, di kawasan aliran sungai jembatan Bandung Belinyu, Sincong juga terlihat beberapa unit TI apung yang melakukan aktivitas di tepi sungai. Sebelumnya, terhadap TI di situ  pihak Kecamatan Belinyu telah melakukan tindakan namun penambang ilegal itu tetap membandel.<br />
Camat Belinyu Yery Muchtar kala itu pun telah mengambil tindakan dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Dan pihaknya meminta para penambang untuk menghentikan aksi penambangan yang merambah kawasan aliran sungai.<br />
&#8220;Kami telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan kami pun telah meminta mereka menghentikan aktivitas tersebut,&#8221; kata Yery beberapa waktu lalu saat penertiban dilakukan.<br />
Sedangkan Kapolsek Belinyu, Komisaris Adam Erwindi SIK seijin Kapolres Bangka Ajun Komisaris Besar Pipit Rismanto juga  mengaku beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan pendataan dan meminta para penambang untuk mengghentikan aktivitas di lokasi itu. Namun penambang tak juga mengindahkan.<br />
&#8220;Untuk hal ini kami telah melakukan pendataan dan menghimbau para penambang untuk menghentikan aktivitasnya,&#8221; ungkapnya ketika melakukan pengecekan di lapangan. (end/1)</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rakyatpos.com/headlines/penambang-di-muara-tirus-membandel/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Razia Remaja Mesum, Pol PP Dilempar Batu</title>
		<link>http://rakyatpos.com/headlines/razia-remaja-mesum-pol-pp-dilempar-batu</link>
		<comments>http://rakyatpos.com/headlines/razia-remaja-mesum-pol-pp-dilempar-batu#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 20:36:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rakyatpos.com/?p=7450</guid>
		<description><![CDATA[Suherman: Kami Tetap Lakukan Patroli Rutin SUNGAILIAT &#8211; Terkait aksi mesum yang dilakukan remaja di Sungailiat memang kerap menjadi perhatian Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka. Namun sayangnya setiap kali melakukan patroli rutin anggota Satpol PP yang bertugas sering menjadi bulan-bulanan oknum tak bertanggungjawab. Kepala Seksi Operasional (Kasi Ops) Sat Pol PP Kabupaten Bangka, Ahmad [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Suherman: Kami Tetap Lakukan Patroli Rutin</strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://rakyatpos.com/wp-content/uploads/2012/02/Achmad-Suherman-HL3.jpg" rel="lightbox[7450]" title="Achmad Suherman (HL3)"><img class="alignleft size-full wp-image-7451" title="Achmad Suherman (HL3)" src="http://rakyatpos.com/wp-content/uploads/2012/02/Achmad-Suherman-HL3.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>SUNGAILIAT &#8211; Terkait aksi mesum yang dilakukan remaja di Sungailiat memang kerap menjadi perhatian Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka. Namun sayangnya setiap kali melakukan patroli rutin anggota Satpol PP yang bertugas sering menjadi bulan-bulanan oknum tak bertanggungjawab.<br />
Kepala Seksi Operasional (Kasi Ops) Sat Pol PP Kabupaten Bangka, Ahmad Suherman kepada Rakyat Pos, Jum&#8217;at (3/2/2012) kemarin mengatakan, pihaknya sudah sering melakukan patroli rutin di kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) Mayor Syafrie Rahman. Namun sudah beberapa kali juga anggotanya menjadi bahan lemparan batu oleh pelaku yang tidak diketahui identitasnya.<br />
&#8220;Kami sudah sering melakukan patroli rutin. Tapi kalau sedang ke lokasi, anggota kami sering dilempar batu oleh orang yang tidak bertanggungjawab, mungkin tidak suka melihat kedatangan kami,&#8221; katanya.<br />
Dikatakan A.Suherman, terkait aksi mesum yang dikeluhkan para remaja tersebut, pihaknya akan kembali melakukan giat rutin di beberapa lokasi yang diduga sering dijadikan ajang seks bebas kalangan remaja di Kota Sungailiat.<br />
&#8220;Kami tetap akan melakukan patroli rutin di beberapa kawasan yang sering dijadikan tempat maksiat para remaja,&#8221; janjinya.<br />
Sementara Rusdi bersama beberapa orang rekannya, warga Lingkungan Cendrawasih Sungailiat saat ditanya wartawan mengenai aksi pelemparan batu terhadap anggota Satpol PP itu mengatakan, pihaknya tidak mengetahui itu. Kalau ia dan teman-temannya tidak pernah melakukan hal tersebut. Yang ada, seluruh warga Lingkungan Cendrawasih sangat mengapresiasi tindakan tegas aparat apabila dapat menghentikan aksi mesum para remaja yang diketahui kebanyakan warga luar Lingkungan Cendrawasih.<br />
&#8220;Kami tidak tahu siapa pelaku yang melempar. Kalau pun ada aparat yang bisa menghentikan aksi maksiat di THR, tentu kami sangat berterima kasih. Kalau sekarang, jangankan untuk berjaga-jaga. Kondisi THR pun tampak tidak terawat, kotor, semak dan gelap. Mungkin hal tersebutlah membuat para remaja lebih leluasa berbuat maksiat di THR,&#8221; sesalnya.<br />
Menurut Rusdi, di THR memang kerap dijadikan ajang kumpul-kumpul anak luar yang nongkrong dan hanya sekedar ngintip orang pacaran. Jadi dimungkinkan banyak orang yang merasa terganggu apabila melihat kedatangan anggota Pol PP jika ingin menertibkan keberadaan para remaja di THR itu.<br />
&#8220;Kalau kami senang-senang saja kalau THR itu ditertibkan dari kegiatan maksiat. Tinggal aparatnya tegas atau tidak,&#8221; tukas Rusdi.<br />
Diberitakan sebelumnya, Rusdi mengaku bersama warga lainnya pernah menggerebek pasangan remaja yang nekat melakukan aksi mesum di THR empat malam terakhir. Mereka memergoki 2 pasang ABG (anak baru gede) yang sedang melakukan hubungan intim.<br />
Mirisnya, aksi para remaja ini dilakukan di tempat terbuka tepatnya di semak belukar yang memenuhi kawasan THR. Tak pelak, aksi mesum ABG itu menjadi tontonan anak-anak di bawah umur yang penasaran dengan gaya pacaran ABG zaman kini. Anak-anak yang curiga lalu melaporkan kepada warga, kemudian penggerebekan dilakukan.<br />
Penggerebekan pertama dilakukan Minggu malam (29/1/2012). Saat itu Rusdi dan temannya mendapatkan ABG yang sedang berhubungan intim dengan gaya duduk.<br />
&#8220;Cowoknya duduk dan ceweknya melorotkan celana lalu duduk di pangkuan si cowok. Pas kami dapat, keduanya malah menutup muka dan langsung kami usir dari lokasi. Malam selanjutnya kami mendapatkan ABG yang juga nyaris melakukan hubungan suami istri di dekat kolam THR. Ceweknya sudah membuka baju bagian atas dan di hadapkan kepada cowoknya, pasangan itu juga kami usir,&#8221; kata Rusdi.<br />
Menurut Rusdi, kawasan THR yang berada di samping Kantor BTv, Didi Fm, dan di depan Gereja HKBP ini memang kerap dijadikan tempat mesum muda-mudi. Tidak hanya itu saja, kawasan yang berada dekat dari permukiman warga Komplek Grasi itu juga, sering menjadi ajang pesta miras dan aibon para remaja kampung lain.<br />
Apalagi kalau rumput di lokasi itu sudah setinggi paha orang dewasa, ditambah suasana gelap tanpa penerangan, kawasan THR itu selalu dimanfaatkan para remaja untuk menyalurkan aksi bejatnya. Tah heran, di sekitar kawasan THR banyak ditemukan kondom-kondom bekas pakai mesum para remaja itu.<br />
Menanggapi kawasan THR yang terbengkalai dan tidak dirawat begitu, Ketua Komisi B DPRD Bangka, Hendra Yunus mendesak Pemerintah Kabupaten Bangka untuk meninjau ulang atau jika perlu mencabut MoU pengelolaan THR yang diserahkan kepada pihak ketiga.<br />
“MoU itu bisa ditinjau ulang dan bisa dievaluasi bila pihak ketiga tak mampu merealisasikan asset itu sesuai dengan fungsinya. Kalau tetap dibiarkan terbangkalai, otomatis bangunan-bangunan yang sudah ada cepat rusak, seperti halnya aset Taman Hiburan Rakyat (THR) Batin Tikal dan banyak lagi aset yang lainnya kelihatannya masih terbangkalai walaupun pengelolaannya telah diserahkan kepada pihak ketiga,” ujarnya.<br />
Hendra menyebutkan, lapangan THR merupakan salah satu asset Pemkab yang sangat potensial bila dikembangkan sebagai sebuah taman rekreasi atau taman hiburan. Kemudian letaknya pun cukup strategis yaitu ada di tengah-tengah pusat perkotaan. Namun disayangnya secara kasat mata pemanfaatan asset tersebut belum maksimal sehingga masih terbangkalai.<br />
Komisi B dalam waktu dekat akan mengundang Dinas Pariwisata guna membahas masalah asset THR itu, termasuk asset lain yang ada hubungan dengan pariwisata. Dalam rapat nanti akan dicari solusi supaya kawasan THR bisa dimanfaatkan sesuai peruntukannya. (2nd/1)</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rakyatpos.com/headlines/razia-remaja-mesum-pol-pp-dilempar-batu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemprov Disarankan Jadi Panitia Pembebasan Lahan</title>
		<link>http://rakyatpos.com/seputar-kita/pangkalpinang/pemprov-disarankan-jadi-panitia-pembebasan-lahan</link>
		<comments>http://rakyatpos.com/seputar-kita/pangkalpinang/pemprov-disarankan-jadi-panitia-pembebasan-lahan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 20:33:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pangkalpinang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rakyatpos.com/?p=7447</guid>
		<description><![CDATA[Pembebasan Lahan Belum Selesai Bani: Biar Lebih Mudah Urusannya &#160; PANGKALPINANG &#8211; Pembebasan lahan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang, untuk proyek yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel), hingga kini belum satu pun yang selesai. Oleh karenanya (Pemprov) Babel, disarankan jadi panitia pembebasan lahan tersebut. “Untuk pembebasan lahan kita tidak punya anggaran, lalu dianggarkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<ul>
<li><strong>Pembebasan Lahan Belum Selesai</strong></li>
<li><strong>Bani: Biar Lebih Mudah Urusannya</strong></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://rakyatpos.com/wp-content/uploads/2012/02/HL-Bani-Baehaki.jpg" rel="lightbox[7447]" title="HL-- Bani Baehaki"><img class="alignleft size-medium wp-image-7448" title="HL-- Bani Baehaki" src="http://rakyatpos.com/wp-content/uploads/2012/02/HL-Bani-Baehaki-183x300.jpg" alt="" width="183" height="300" /></a>PANGKALPINANG &#8211; Pembebasan lahan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang, untuk proyek yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel), hingga kini belum satu pun yang selesai. Oleh karenanya (Pemprov) Babel, disarankan jadi panitia pembebasan lahan tersebut.<br />
“Untuk pembebasan lahan kita tidak punya anggaran, lalu dianggarkan oleh provinsi. Apakah panitianya tidak sebaiknya dari provinsi saja, biar lebih mudah urusannya,” saran Bani.<br />
Pihaknya belum mengusulkan hal itu ke provinsi, namun Gubernur, kata Bani,  sudah menyurati Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang terkait hal tersebut. “Gubernur sudah kirim surat, namun belum kita balas, dan saya pun belum mendapat surat itu,” .<br />
Hal itu disampaikan panitia pembebasan lahan Pemkot Pangkalpinang yang juga Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Kota Pangkalpinang, Bani Baehaki kepada wartawan kemarin (3/2).<br />
Proyek pembebasan dimaksud diantaranya Jalan Alexander, Jalan Lingkar Timur serta perluasan bandara.<br />
“Alexander yang pertama belum selesai, karena waktu kita proses pembayaran masih ada lahan yang tumpang tindih kepemilikannya. Luas lahan yang belum dibebaskan masih separuhnya dari luas lahan sekitar 3 sampai 4 hektar, yang sebagian rawa dan sebagian kolong,&#8221; terang Bani.<br />
Adapun kendala yang dihadapi untuk pembebasan jalan Alexander yaitu suratnya tumpang tindih, sehingga harus diproses lagi, selain itu juga terkendala anggaran.<br />
“Kalau untuk pembebasan pertama, panitia pembebasan berasal dari Pemkot, anggarannya juga dari APBD Kota Pangkalpinang sebesar waktu itu sekitar Rp3 miliar. Namun untuk pembebasan lahan kedua menggunakan dana dari Pemprov dengan panitia dari Pemkot,&#8221; ungkapnya.<br />
Sementara pembebasan lahan untuk proyek perluasan bandara, lanjutnya, masih terkendala pembebasan belasan bangunan yang masih belum menemukan kesepakatan dengan warga pemiliknya. Para pemilik bangunan masih belum sepakat pembayaran bangunan hanya 50 persen dari taksiran harganya.<br />
Bani menguraikan, pembayaran 50 persen tersebut sudah berdasarkan aturan yang berlaku, yaitu berdasarkan penyusutan bangunan selama 20 tahun.<br />
“Bangunan itukan dibangun 20 tahun lalu, kalau ditaksir dengan harga sekarang berarti kan harus ada penyusutan setiap tahunnya yaitu 2,5 persen, berarti kalau 20 tahun, penyusutannya 50 persen, jadi kalau harga bangunan Rp1 juta permeter berarti tinggal Rp500 ribu, karena mengalami penyusutan 50 persen. Mereka nggak terima karena bangunan ditaksir Rp150 juta kok nilai nya tidak sampai seperti itu, mereka ini tidak ngerti. Memang benar kalau bangunan itu kita ganti Rp50 juta tidak bisa bangun lagi, tapi berdasarkan perhitungan PU, bangunan itu layak dibayar segitu karena perhitungan penyusutan 50 persen,&#8221; ujar Bani.<br />
Sedangkan untuk pembebasan lahannya sebagian telah selesai dengan harga ganti rugi yang bervariasi tergantung pada letak lahan, serta jenis lahan dan surat bukti kepemilikan lahan atau sertifikat dan sebagainya.<br />
“Ada aturannya, kalau yang tidak bersertifikat 90 pesen dari harga, kalau 50 persen dari jalan berarti 100 persen pembayarannya, bila harga taksiran Rp150 juta ya dibayar segitu,&#8221; tandasnya.<br />
Menurut Bani, agar urusan pembebasan lahan lebih mudah, ia menyarankan, agar pemerintah provinsi menggunakan panitia sendiri untuk pembebasan lahan proyek-proyek tersebut. (df/3).</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rakyatpos.com/seputar-kita/pangkalpinang/pemprov-disarankan-jadi-panitia-pembebasan-lahan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Babel akan Dapat Raskin Ke-13</title>
		<link>http://rakyatpos.com/seputar-kita/pangkalpinang/masyarakat-babel-akan-dapat-raskin-ke-13</link>
		<comments>http://rakyatpos.com/seputar-kita/pangkalpinang/masyarakat-babel-akan-dapat-raskin-ke-13#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 20:31:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pangkalpinang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rakyatpos.com/?p=7445</guid>
		<description><![CDATA[Gubernur: Sudah Saya Tandatangani PANGKALPINANG &#8211; Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Maulana Ali mengatakan, telah menandatangani Surat Penerimaan Alokasi (SPA) beras miskin (raskin) ke-13 untuk tahun anggaran 2012. Penandatanganan surat penerimaan alokasi tersebut, kata Gubernur, sebagai bentuk wujud kepedulian pemerintah untuk membantu masyarakat miskin yang sangat membutuhkan Raskin. &#8220;Sudah, sudah saya tandatangani itu, tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Gubernur: Sudah Saya Tandatangani</strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">PANGKALPINANG &#8211; Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Maulana Ali mengatakan, telah menandatangani Surat Penerimaan Alokasi (SPA) beras miskin (raskin) ke-13 untuk tahun anggaran 2012.<br />
Penandatanganan surat penerimaan alokasi tersebut, kata Gubernur, sebagai bentuk wujud kepedulian pemerintah untuk membantu masyarakat miskin yang sangat membutuhkan Raskin.<br />
&#8220;Sudah, sudah saya tandatangani itu, tidak ada masalah lagi. Alokasi pemberian Raskin untuk masyarakat kurang mampu akan diteruskan, termasuk alokasi raskin bulan ke-13,&#8221; kata Gubernur kepada wartawan belum lama ini.<br />
Menurut Eko, masyarakat Babel yang kurang mampu masih membutuhkan raskin. Sehingga, dengan didistribusikannya Raskin, akan sangat membantu keluarga yang tidak mampu.<br />
&#8220;Masing-masing untuk setiap rumah tangga kurang mampu akan menerima 15 Kg raskin gratis per bulan. Raskin akan didistribusikan sebanyak 12 kali dalam 11 bulan. Pasalnya, ada dua kali distribusi raskin dalam sebulan,&#8221; katanya.<br />
Sehingga, tambah dia, nantinya  jatah raskin untuk Desember 2012, menjadi alokasi raskin ke-13. &#8220;Dengan adanya penyaluran Raskin ke-13 ini, kebutuhan keluarga kurang mampu setidaknya akan terbantu,&#8221; tandasnya.<br />
Sementara itu, untuk alokasi raskin 2012 Provinsi Babel tidak mengalami perubahan. Penerima beras warga miskin atau Raskin di Babel untuk tahun 2012 sebanyak 28.408 rumah tangga Miskin (RTM).<br />
Kabupaten Bangka dengan alokasi Raskin akan diterima sebanyak 4.978 rumah tangga miskin (RTM), Kabupaten Bangka Barat 3.294 RTM, kabupaten Bangka Tengah 3.056 RTM, Kabupaten Bangka Selatan sebanyak 4.486 RTM, kabupaten Belitung 5.307 RTM, Belitung Timur sebanyak 4.005 RTM dan kota Pangkalpinang sebanyak 3.282 RTM. (fan/3).</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rakyatpos.com/seputar-kita/pangkalpinang/masyarakat-babel-akan-dapat-raskin-ke-13/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Taxi Way Bandara Disiapkan Rp15 M</title>
		<link>http://rakyatpos.com/seputar-kita/pangkalpinang/taxi-way-bandara-disiapkan-rp15-m</link>
		<comments>http://rakyatpos.com/seputar-kita/pangkalpinang/taxi-way-bandara-disiapkan-rp15-m#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 20:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pangkalpinang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rakyatpos.com/?p=7442</guid>
		<description><![CDATA[PANGKALPINANG – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  (Babel), Muhammad  Ilyas mengatakan, untuk memperlancar aktifitas transportasi di Bandar Udara Depati Amir, Pangkalpinang, akan segera dibangun fasilitas Taxi Way. &#8220;Telah kita siapkan dana sebesar Rp15 miliar  melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk membangun Taxi Way di bandara,&#8221; kata Ilyas kepada wartawan, Jum&#8217;at (3/2). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">PANGKALPINANG – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  (Babel), Muhammad  Ilyas mengatakan, untuk memperlancar aktifitas transportasi di Bandar Udara Depati Amir, Pangkalpinang, akan segera dibangun fasilitas Taxi Way.<br />
&#8220;Telah kita siapkan dana sebesar Rp15 miliar  melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk membangun Taxi Way di bandara,&#8221; kata Ilyas kepada wartawan, Jum&#8217;at (3/2).<br />
Untuk pengerjaan proyek Taxi Way tersebut, pihaknya menargetkan dapat segera terealisasikan dalam tahun ini.<br />
Diungkapkan Ilyas,  pembangunan Taxi Way dekat dengan terminal baru bandara Depati Amir, sebab proyek pengerjaan masuk satu paket dengan proyek pengembangan bandara Depati Amir.<br />
&#8220;Untuk tempat Taxi Way-nya di bandara baru yang sedang dikembangkan. Kan satu paket dengan terminal baru, peralatan navigasi dan landasan pacu,&#8221; ujar dia.<br />
Dilanjutkan Ilyas, pengelola Taxi Way dipegang sepenuhnya oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Belitung. Hal itu  merupakan salah satu kebijakan dari  pusat.<br />
&#8220;Nanti, jika proyek itu selesai, maka pengelolanya langsung dari UPT di Belitung, karena memang Kebijakan pusat harus melalui UPT dan kita di disini ikut saja aturan itu,&#8221; pungkasnya. (fan/3).</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rakyatpos.com/seputar-kita/pangkalpinang/taxi-way-bandara-disiapkan-rp15-m/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>8.255 Guru SD di Babel akan Diuji</title>
		<link>http://rakyatpos.com/seputar-kita/pangkalpinang/8-255-guru-sd-di-babel-akan-diuji</link>
		<comments>http://rakyatpos.com/seputar-kita/pangkalpinang/8-255-guru-sd-di-babel-akan-diuji#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 20:24:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pangkalpinang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rakyatpos.com/?p=7440</guid>
		<description><![CDATA[Digelar Juni 2012 PANGKALPINANG &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bulan Juni 2012 mendatang akan melakukan uji kompetensi terhadap 8.255 guru di jenjang Sekolah Dasar (SD). &#8220;8.255 guru SD yang diuji kompetensi tersebut merupakan guru yang mengajar pada mata pelajaran yang diujikan di Ujian Nasional (UN),&#8221; kata Kepala Bidang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Digelar Juni 2012</strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">PANGKALPINANG &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bulan Juni 2012 mendatang akan melakukan uji kompetensi terhadap 8.255 guru di jenjang Sekolah Dasar (SD).<br />
&#8220;8.255 guru SD yang diuji kompetensi tersebut merupakan guru yang mengajar pada mata pelajaran yang diujikan di Ujian Nasional (UN),&#8221; kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Babel, M. Soleh, kepada Rakyat Pos,  belum lama ini.<br />
Menurut Soleh, dalam uji kompetensi tersebut  para guru akan dilakukan penilaian atas tingkat profesionalisme, pedagogis, dan kompetensi kepribadiannya.<br />
&#8220;Apakah para guru sudah profesional mengajar sesuai dengan mata pelajaran mereka? Apakah metode mereka mengajar sudah tepat? Apakah kepribadian yang emosional seorang guru dapat menjadi teladan atau tidak? Hal ini yang akan kita uji,&#8221; jelas Soleh.<br />
Dikatakan Soleh, ujian kompetensi penting untuk memetakan kelemahan guru. Dengan adanya peningkatan kualitas guru, maka mutu siswa pun dinilai Soleh turut meningkat.<br />
&#8220;Dari tiga hal yang diujikan itu, dapat terlihat sang guru memiliki kelemahan dimana. Misalnya di pedagogis, kita tingkatkan kompetensi metode mengajarnya. Kalau professional, kita kirim mereka pelatihan, bila keperibadian akan diikutsertakan dalam ESQ.<br />
Ditambahkan dia, untuk mencari anak didik yang bermutu harus dicari terlebih dulu guru yang bermutu. Bila guru yang kurang bermutu meminta anak harus bermutu, hasilnya akan jalan di tempat.<br />
&#8220;Kita ingin meningkatkan nilai UN yang menjadi indikator nilai siswa dalam UN. Gurunya baik, maka muridnya akan turut baik juga,&#8221; tutup Soleh. (fan/3).</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rakyatpos.com/seputar-kita/pangkalpinang/8-255-guru-sd-di-babel-akan-diuji/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Pokja RSUD DH Lulus Sertifikasi</title>
		<link>http://rakyatpos.com/seputar-kita/pangkalpinang/5-pokja-rsud-dh-lulus-sertifikasi</link>
		<comments>http://rakyatpos.com/seputar-kita/pangkalpinang/5-pokja-rsud-dh-lulus-sertifikasi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 20:23:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pangkalpinang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rakyatpos.com/?p=7438</guid>
		<description><![CDATA[2013, Ditarget Jadi Kelas B PANGKALPINANG &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah (RSUD DH), terus berbenah menjadi lebih baik. Hal ini setidaknya ditandai dengan keberhasilan RSUD Depati Hamzah mendapat sertifikasi standar Kementerian. Kendati belum mencapai 12 Pokja sebagai salah satu syarat menjadi Rumah Sakit tipe B, namun sebanyak 5 pokja sudah berhasil lulus. Demikian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>2013, Ditarget Jadi Kelas B</strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">PANGKALPINANG &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah (RSUD DH), terus berbenah menjadi lebih baik. Hal ini setidaknya ditandai dengan keberhasilan RSUD Depati Hamzah mendapat sertifikasi standar Kementerian.<br />
Kendati belum mencapai 12 Pokja sebagai salah satu syarat menjadi Rumah Sakit tipe B, namun sebanyak 5 pokja sudah berhasil lulus.<br />
Demikian disampaikan Direktur RSUD Depati Hamzah, Dr. Restum Alamsyah, kepada wartawan Kamis (2/1) lalu.<br />
Menurutnya, 5 pokja yang telah dinyatakan lulus tersebut yakni, pelayanan Instalasi Gawat Darurat, Keperawatan, Pelayanan Medis, Rekam Medik dan Administrasi.<br />
&#8220;Kita sudah mendapatkan sertifikat dari kementrian kesehatan. Memang baru 5 pokja, namun itu sudah merupakan tahapan kemajuan yang positif. Kita akan terus tingkatkan untuk memenuhi standarisasi hingga 12 Pokja, karena proyeksi kita ke depan adalah meningkatkan status Rumah Sakit ini,&#8221; jelas Restum, sembari menunjukan sertifikat dari kementerian.<br />
Selain syarat kualitas yang akan dikejar, namun standar kuantitas pun, menurutnya, juga menjadi syarat untuk meningkatkan status Rumah Sakit. Oleh karena itu, pada tahun ini akan segera dilakukan peremajaan dan penambahan 2 gedung RSUD DH.<br />
&#8220;Untuk meningkatkat klasifikasi RSUD ini, kita harus memenuhi standar kualitas dan kuantitas. Kalau kualitas, seperti yang saya sebutkan tadi, mengenai pelayanan, administrasi, poly, dan sebagainya. Sedangkan untuk kuantitas, itu lebih kepada fisik. Misalnya, jumlah tempat tidur, itu harus mencapai 180 tempat tidur. Sedangkan kita masih 153 tempat tidur. Kita targetkan 2013 mungkin kita sudah bisa menjadi kelas B,&#8221; ujar Restum (df/3).</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rakyatpos.com/seputar-kita/pangkalpinang/5-pokja-rsud-dh-lulus-sertifikasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

