Sementara itu, hingga Kamis (09/02/2012) kemarin masih ada 3 kotak surat suara yang belum selesai dilipat, dari total 83 kotak suara. Dan dari pelaksanaan pelipatan surat suara yang sudah selesai tersebut, ditemukan sebanyak 635 surat suara rusak.
Menurut Zulkarnain selaku Ketua Divisi Logistik dan Anggaran KPU Kabupaten Bangka, 635 surat suara rusak tersebut dikarenakan kotor, gambar pasangan calon buram, ada kelebihan kertas suara serta ada seperti titik hitam di kertas suara.
“Titik hitam itu tersebar hampir ada di nomor satu, dua, tiga dan empat. Tidak hanya di satu nomor pasangan saja. Namun ini sudah kita anggap tidak sah, karena kita tidak ingin seperti pengalaman Pilpres yang seolah – olah ada penandaan di salah satu calon sehingga kami pun dianggap pro salah satu pasangan calon,” kata Zulkarnain, kepada Rakyat Pos.
Akhirnya, kata dia, berbuntut panjang karena dari Polres hingga Polda turun tangan pada waktu itu. Hal inilah yang menjadi dasar KPU, jika ada titik hitam di kertas suara, dimana pun itu, maka dianggap surat suara rusak, walaupun system sekarang pakai coblos bukan pakai centang atau tanda titik.
Untuk surat suara rusak tersebut dilanjutkan Zulkarnain, pihaknya akan segera membuat berita acara untuk mendapatkan penggantian dan dicetak ulang. “Tapi ini tidak berpengaruh terhadap distribusi surat suara nantinya dengan cetak ulang, karena percetakan cepat selesainya,” jelasnya.
Selain itu, KPU Bangka juga akan melakukan penyisiran terhadap adanya indisikasi DPT ganda. Seperti yang ditemukannya DPT ganda di TPS 13 Kelurahan Srimenanti Kecamatan Sungailiat.
“KPU sangat membuka diri ketika ditemukan DPT ganda, maka laporkan di desa mana, TPS mana, kelurahan apa, bahkan kalau ada namanya akan lebih baik karena akan memudahkan kami untuk melakukan penyisiran,” ungkap Ketua KPU Bangka, Matzen Matyasin.
Matzen juga membantah bahwa DPT untuk pilgub kali ini adalah data pemilu tahun 2007 lalu, sehingga DPT ini tidak akurat seperti yang dikatakan oleh Wakil Ketua DPRD Bangka, Rendra Basri.
Menurutnya, DPT ini berdasarkan DP4 dari Pemerintah Kabupaten/Kota yang disampaikan pada awal tahun 2011 lalu.
“Mekanisme DPT ini yaitu data dari kabupaten disampaikan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov), dari Pemprov baru ke KPU provinsi yang kemudian baru disampaikan ke KPU kabupaten. Data itulah yang kami pergunakan. Saya tidak mengatakan bahwa DPT ini sudah sempurna, karena manusia tentu ada kekurangan serta kelemahan. Tetapi, kami berusaha untuk menyempurnakannya,” janji dia.
Menurutnya, yang dikhawatirkan oleh semua pihak adalah jika adanya DPT ganda, maka orang yang terdaftar ganda tersebut dapat menggunakan hak pilihnya lebih dari 1 kali. Oleh karena itu, sistem pengamanan dengan penandaan jari dengan tinta bagi pemilih yang sudah mencoblos akan betul – betul diperhatikan.
“Penandaan tinta pada jari itu tidak lain tujuannya untuk mengamankan pemilu sehingga tidak ada yang menggunakan hak pilih lebih dari satu kali. Namun kami berterima kasih kepada pihak yang sudah melaporkan adanya DPT ganda. Kami terus melakukan penyisiran, dari KPU ke PPK, dari PPK mempunyai kewenangan untuk melakukan penyisiran, mereka diberi waktu untuk itu,” tambahnya.
Ketua Divisi Pemutakhiran Data KPU Bangka, Anas Fauzi membenarkan adanya laporan indikasi DPT ganda di TPS 13 Kelurahan Srimenanti. Namun hal ini terus ditelusuri dan dikroscek.
“Kami sudah pangggil KPPS-nya, ada 13 orang diperkirakan ganda. Kami tidak bisa mencoretnya, itu kami serahkan ke PPS, saya suruh teruskan ke KPPS, karena ketuanya ada. Dan data sudah dipegang KPU 1, PPS dan KPPS masing – masing satu untuk ngecek benar tidak ganda, jadi nanti kalau menyampaikan formulir C6 untuk memilih satu saja diberikan kalau memang benar ganda,” pungkasnya.(snt/3).