Tiga Perampok Sadis Ditangkap

Filed under: HEADLINES |
  • Sempat Bacok Korban dengan Celurit
  • Avanza Korban Ikut Dirampok
  • Mobil, Celurit dan Cebo Diamankan
  • Kapolres: Kasus Masih Dalam Pengembangan

SUNGAILIAT – Kinerja Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Bangka dan Polsek Riau Silip boleh diapresiasi. Karena peka dan cepat tanggap usai menerima laporan korban perampokan, jajaran Reskrim itu berhasil menangkap tiga orang perampok hanya beberapa saat saja usai kejadian.
Kawanan perampok yang ditangkap dan tergolong sadis itu yakni, MY (41) warga Desa Pugul, Kecamatan Riau Silip, dan ZF (38) warga Desa Riau Silip serta AP (28) warga Lingkungan Sinar Jaya Kecamatan Sungailiat.
Ketiganya Jumat dini hari kemarin (20/1/2012) merampok di kediaman Pranoto (35) warga Jalan Bedukang, Kampung Madura, Desa Deniang Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka. Didapat kabar perampok juga sempat melukai korban dengan celurit karena melawan.
Bersama ketiganya, polisi mengamankan barang bukti 1 unit mobil minibus Avanza silver, 3 unit ponsel, 1 buah celurit dan 1 buah topeng atau cebo penutup muka. Barang bukti ini diduga kuat digunakan para perampok saat menjalankan aksinya di rumah Pranoto. Sementara mobil, adalah milik korban yang dibawa lari pelaku.
Keterangan yang didapat Rakyat Pos menyebutkan, dini hari kemarin sekitar pukul 00.30 WIB, rumah Pranoto disatroni 4 kawanan perampok. Beberapa orang pelaku menggunakan celurit dan penutup wajah. Tiga perampok lalu mendobrak pintu rumah dan berhail masuk ke dalam rumah, sementara satu pelaku lainnya berjaga-jaga di luar rumah.
Setelah berhasil masuk, tiga perampok itu kepergok istri Pranoto yang baru saja usai Salat Tahajud. Bukannya kabur lantaran kepergok, para perampok malah langsung menghampiri perempuan itu. Mereka mengancam membunuhnya dengan celurit jika berteriak. Lalu menyekap korban dan membawanya ke dalam kamar.
Mendengar suara ribut di dalam rumah, Pranoto yang sedang tidur tiba-tiba terbangun dan terkejut para perampok sudah menyekap istrinya. Pranoto sempat emosi dan hendak melawan perampok. Namun naas korban mendapat bacokan celurit dari slah seorang pelaku. Tak lama Pranoto ikut disekap dan diikat.
Hampir satu jam para perampok berada di dalam rumah Pranoto yang dikenal sebagai kolektor timah kecil membeli timah dari penambang. Usai melumpuhkan para korbannya, salah satu perampok mulai beraksi mengambil barang-barang berharga yang ada di dalam rumah. Sementara pasangan suami istri itu berikut anak mereka dalam pengawasan dua perampok lainnya hanya bisa melihat takut, aksi yang dilakukan pelaku.
Mereka terpaksa menyebutkan dimana tempat penyimpanan barang berharga. Pelaku lalu menggasak 3 unit handphone jenis Nokia X2, kalung emas 5 gram, uang tunai milik korban yang belum diketahui jumlahnya serta beberapa barang dari toko kelontongan milik Pranoto. Puas mengobrak abrik barang-barang di dalam kamar dan isi rumah, tiga perampok itu lalu kabur melalui pintu yang didobrak tadi. Kawanan rampok membawa serta mobil Avanza silver milik Pranoto saat kabur.
Tak berapa lama usai kejadian, keluarga Pranoto melaporkan peristiwa perampokan yang dialami ke Polsek Riau Silip. Setelah mendapat laporan tersebut, Polsek Riau Silip bersama dengan Satuan Reskrim Polres Bangka langsung meluncur ke tempat kejadian.
Namun, di tengah jalan desa saat hendak menuju kediaman Pranoto, polisi mendapati mobil Avanza silver yang berhenti di jalanan dalam kondisi ban mobil pecah. Polisi lalu berhenti, ingin melihat kondisi mobil.
Dari sinilah ketiga perampok itu ditangkap. Saat polisi menghampiri mobil, 4 kawanan perampok yang ternyata berada di dalam Avanza memperlihatkan tingkah laku mencurigakan. Polisi lalu menggeledah mobil dan menemukan barang bukti celurit, ponsel, uang dan cebo yang baru saja digunakan para tersangka.
Sayangnya, satu dari 4 perampok itu berhasil kabur saat polisi menggeledah mobil. Sementara tiga pelaku lainnya, langsung dibawa ke rumah Pranoto dan usai polisi melakukan Olah TKP, selanjutnya digiring ke Mapolres Bangka.
Ketua RT Bedukang, Mus kepada Rakyat Pos menyebutkan, kejadian perampokan di rumah Pranoto alias Noto pendatang asal jawa yang sudah lama tinggal di wilayahnya tersebut, memang dilakukan oleh empat orang warga. Bahkan salah satu pelaku adalah anak mantan Ketua RT Air Juang yang dikenali korban. Kini pelaku itu masih dalam pengejaran polisi.
“Kejadiannya kalau gak salah sekitar pukul 01.00 WIB lah yang pelakunya empat orang. Pada saat beraksi mereka langsung mendobrak pintu rumah Noto, dan mengancam seluruh anggota keluarga yang ada. Katanya Noto ini sempat terkena bacokan ketika hendak melawan,” ungkapnya saat dihubungi tadi malam.
Mus juga membenarkan, saat kabur kawanan perampok membawa mobil Noto yang kala itu sedang terparkir di garasi rumah.
“Noto yang masih sadar langsung menghubugi Kapolsek Riau Silip, melaporkan kejadian ini dan langsung direspons. Para pelaku ini kabur dengan membawa mobil milik korban ke arah Belinyu. Namun saat mobil Kapolsek Riau Silip menuju rumah Noto, rombongan Kapolsek melihat ada mobil yang terparkir di tepi jalan karena pecah ban. Nah saat itulah mereka ditangkap,” cerita Mus sambil menjelakan kaburnya satu pelaku lain.
“Saya kenal dengan anak ini (tersangka yang kabur) dia sering lewat depan rumah saya untuk pergi melimbang, namun saya lupa siapa namanya,” ujar Mus lagi.
Sayangnya, Kapolsek Riau Silip Inspektur Dua Jumbo ketika hendak dikonfirmasi wartawan harian ini belum memberikan jawaban. Dihubungi berulangkali hingga tadi malam, Jumbo tak mengangkat ponselnya.
Sementara Kapolres Bangka Ajun Komisaris Besar Pipit Rismanto SIK membenarkan penangkapan tiga tersangka itu. “Benar untuk para tersanga sudah tida kita amankan, dan selebihnya masih kita kembangkan lagi,” ucapnya. (end/1)

 

Berita Lainnya
PANGKALPINANG – Pihak berwenang Polres Pangkalpinang akhirnya melepas dan memulangkan dua perempuan yang di duga korban trafficking kemarin Rabu (8/2). Ditegaskan oleh pihak kepolisian bahwa kedua gadis asala garust, jawa ...
READ MORE
Kerugian Capai Jutaan Rupiah Compressor Digasak   ilustrasi PANGKALPINANG - Tidak hanya rumah mewah dan pertokoan besar yang menjadi sasaran maling. Bengkel kecil milik Iswandi alias Bagong (41) yang terletak di Jalan Solihin GP ...
READ MORE
Lubang Galian Proyek Belum Ditambal Doni: Pengawas Proyek Harus Turun PEMALI - Para pengguna jalan yang kerap melintas di Jalan Raya Sempan Kecamatan Pemali, perlu berhati-hati jika tidak ingin celaka. Karena beberapa ...
READ MORE
Belinyu – Gubernur Kepulauan Provinsi Bangka Belitung, Eko Maulana Ali, Minggu (11/3/2012) kemarin meresmikan tempat ibadah umat Khonghucu di wilayah Kuto Panji, Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka. Tempat Ibadah umat Khonghucu ...
READ MORE
Kantor Pusat di Pangkalpinang, Direksi Ngantor di Jakarta Abdullah Ma'ruf: PT Timah Sudah Disorot Kejagung PANGKALPINANG - Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Abdullah Ma'ruf menilai restrukturisasi yang terjadi di ...
READ MORE
Dua Gadis dugaan korban Trafficking dipulangkan
Bengkel Bagong Dijarah Maling
Berhati-hatilah Melintas di Jalan Raya Sempan
Gubernur Resmikan Kelenteng Dewi Kwan Im Belinyu
Restrukturisasi PT Timah Menyimpang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>