Hasil Penyisiran Puncak Mall
Pangkalpinang – Pesan pendek yang diterima melalui telepon genggam berisikan ancaman bahwa terdapat bom , membuat seluruh pengunjung dan karyawan Puncak Mall berhamburan keluar dari gedung berlantai tujuh Sabtu (7/1) kemarin. Ancaman datang melalui pesan singkat Short mesage service (SMS) yang diterima oleh pengawas Puncak Mall bernama Jaiman (53), sekitar pukul 13.00 Wib.
Isi pesan singkat bertuliskan “Sekedar info periksa secepatnya di Puncak, ada yang mencurigkan mau menghancurkan Puncak pakai bom waktu” segera dilaporkan Jaiman kepada atasannnya, yang langsung segera melaporkan ke aparat berwajib. Jaiman yang ditemui wartawan koran ini disela-sela kepanikannnya mengatakan bahwa tidak banyak orang yang tahu nomor telepon selularnya.
“Nomor telpon saya jarang yang tahu, karena ada pesan SMS yang berisi ancaman ini lalu saya lapor ke atasan dan langsung disuruh lapor polisi. SMS ancaman bom waktu itu dari nomor HP 0853 5745 7290. Pada awalnya saya telpon ada seorang laki-laki yang mengangkat telpon lalu dimatikan.Pelaku hanya mengatakan hallo. Lalu, saya coba hubungi lagi nomor itu sudah tidak aktif lagi,” ungkap Jaiman.
Akibat pesan pendek berupa ancaman tersebut seluruh karyawan di dalam pusat perbelanjaan dievakuasi keluar gedung. Walhasil kegiatan perekonomian di kawasan itu lumpuh. Para pengunjung dan pemilik toko, termasuk pertokoan yang ada disekitaran TKP, yang juga mengetahui adanya informasi ancaman bom tersebut langsung menutup tokonya, dan berhamburan keluar serta mengamankan diri di jalan sekitar Puncak Mall.
Puluhan personel Polres Pangkalpinang yang tiba di lokasi kejadian langsung meminta warga menjauh sekitar 15 meter dari area TKP. Kapolres Pangkalpinang AKBP Rajendra, dan Wakasat Brimobda Polda Babel AKBP Abu Bakar sudah berada lebih dulu di lokasi. Sekitar pukul 15.15 wib,tim jihandak Brimobda Polda Babel pun tiba dilokasi. Selama sekitar 1 jam tim jihandak Brimobda Polda Babel pun langsung melakukan penyisiran di TKP. Penyisiran dimulai dari lantai dasar gedug hingga ke lantai tujuh. Usai penyisiran, tim gegana tidak menemukan benda mencurigakan yang berisi bom.
Sementara itu ditempat yang sama, Finance manager Puncak Santri (35) mengatakan tidak mengetahui apa motif pelaku mengirimkan SMS berisi ancaman bom pada rekan kerjanya itu. “Setahu saya, tidak beberapa orang yang tau nomor pribadi Jaiman. Mungkin, ini ada orang yang pernah sentimen saja dengan beliau,” ucap Santri.
Usai pemeriksaan tim jihandak brimob Polda Babel, Kapolres Pangkalpinang AKBP Rajendra kepada wartawan mengatakan supaya warga masyarakat tetap tenang, apabila menemukan ancaman serupa dan diharapkan peranannya untuk memberi informasi secepatnya pada kepolisian. ”Kecurigaan boleh saja, masyarakat diminta tenang dan diharapkan perannya untuk memberi informasi secepatnya pada kepolisian, jika mendapati hal serupa. Masyarakat tidak usah panik namun tetap waspada.Seluruh area sudah disisir, kita tidak menemukan hal yang mencurigakan,” kata Kapolres.
Disinggung berkenaan dengan lambanya kedatangan tim gegana untuk melakukan penyisiran di TKP?. Rajendra mengatakan pihaknya sudah melakukan sesuai dengan prosedur untuk langsung mensetrilkan terlebih dahulu TKP. “Kami menerima kabar itu sekitar jam 14.00 Wib. Setelah itu langsung kita lakukan konsolidasi, app, langkah-langkah apa yang kita lakukan. Dan langsung menjaga areal sekitar TKP,” terangnya.
Sementara itu, ditempat sama dan disinggung hal yang sama? Wakasat Brimobda Polda Babel AKBP Abu Bakar mengaku telah melakukan respon yang cepat terhadap adanya ancaman bom tersebut.
“Kami mendapat informasi sekitar pukul 15.15 Wib. Dan tim langsung bergerak ke TKP. Isunya mungkin sudah dari siang. Namun, kemungkinan dari pihak managemen ada keraguan, apakah dilaporkan atau tidak. Kita sudah melakukan respon yang cepat, setelah mendapat informasi tim langsung melakukan persiapan, perlengkapan sebagainya, langsung meluncur ke TKP. Sampai ke TKP ini tadi sekitar 30 menit dan menurut saya itu sudah cukup cepat. Kita harapkan pada warga masyarakat mendapati hal serupa untuk tidak panik, dan secepatnya melaporkan pada pihak kepolisian terdekat,” imbuhnya. (das/6)