Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Ikatan Keluarga Masyarakat Bangka di Batam kembali Gelar Bakti Sosial ke 6 Panti

Ikamba Batam foto bersama usai melaksanakan baksos ke 12 panti asuhan di Batam
Ikamba Batam foto bersama usai melaksanakan baksos ke 12 panti asuhan di Batam

 

 

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG - Ikatan Keluarga Masyarakat Bangka (Ikamba) Kota Batam kembali menggelar bakti sosial dengan menyalurkan ratusan paket sembako 6 panti yaitu panti asuhan, panti jompo serta rumah singgah serta ke 10 DPC (dewan pimpinan cabang) Ikamba, dan 2 ormas Babel serta di Batam, Senin (1/3/2021) lalu.

 

Ketua panitia Mr. Ong mengatakan, bakti sosial tersebut merupakan rangkaian perayaan Imlek 2572. Kegiatan ini bertujuan selain merayakan hari besar Imlek, kegiatan ini juga sebagai bentuk kehadiran Ikamba Batam untuk berbagi bersama.

 

Sementara itu, Bendahara Ikamba Batam, Rince Meiyi menjelaskan panti asuhan yang dikunjungi adalah Panti Samaria Fao Kasih Bandara mas, Panti Al Aqsho Bengkong, Panti Orang Gila Talitakum kampung Bagan Tanjung Piayu, Panti Jompo Puri Kebajikan Windsor, Panti Asuhan An Nur Dapur 12 dan Panti Asuhan anak yatim terlantar Nongsa, dua paguyuban dari Bangka serta 10 DPC Ikamba.

 

"Mari kita bersatu membantu saudara kita. Semakin banyak berbuat tentu akan semakin banyak juga saudara kita yang sejahtera," kata Rince

 

Ia mengatakan tidak membeda-bedakan suku, ras dan agama. Semua menjadi satu dibawah kebhinnekaan tunggal ika. 

 

Menurutnya, kegiatan sosial ini tak hanya di momen Imlek saja, melainkan di seluruh hari besar agama, hari besar negara dan hari besar lain akan diadakan bansos.

 

"Ke depan di bulan Ramadan kita juga akan bagi takjil dan bersih-bersih masjid. Kegiatan ini akan menjadi kalender tahunan kami di Ikamba Kota Batam," ujar Rince.

 

Ketua Ikamba Batam Jupri mengatakan, bansos ini merupakan rangkaian kegiatan dalam merayakan Imlek dan Cap Go Meh. Ikamba Kota Batam sendiri memiliki anggota lebih dari 7.000 orang. 

 

"Ikamba unik, seperti ada saudara kita yang sakit, baik itu masyarakat Melayu atau Tionghoa akan berkumpul bersama, tanpa membeda-bedakan suku, rasa dan agama, dan ini yang selalu kita jaga," ungkap Jupri.

 

Ia menyebutkan, Ikamba juga akan menjadi corong untuk memperkenalkan pariwisata, budaya, kuliner, perdagangan dan industry dari Bangka ke Batam. “Kita juga pernah mengadakan acara nganggung, pawai, pameran kebudayaan Bangka di Batam dan kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan Ikamba,” jelasnya. 

 

 

Penasehat Ikamba Batam Djohar Arif mengatakan, dengan adanya kegiatan sosial ini semakin memperkuat rasa persaudaraan, semakin memiliki rasa cinta kepada daerah Batam dan Kepri. Seperti peribahasa dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.

 

"Bukan hanya sekedar bantuan, tapi bagaimana sentuhan kasih kepada saudara kita. Harapan saya sebagai pembina warga Bangka untuk jangan pernah bosan dan berhenti berbuat baik untuk kemanusian dan persaudaraan karena ini sebagai wujud dari kebersamaan kita," tuturnya.

 

Ia berpesan untuk selalu berbaur bersama warga Batam dan Kepri, saling merangkul saling memberikan dukungan, serta saling membantu masyarakat yang kurang mampu.

 

"Selama ini kita banyak juga paguyuban sudah berbuat, namun apa salahnya kami juga mengambil bagian peduli dalam hal ini," tutupnya. (rls

 

 

Diatas Footer
Light Dark