Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Kadiskepora Sarankan KONI Babel segera Audiensi dengan Gubernur

Kadiskepora Babel Suharto memberikan pengarahan saat pertemuan dengan KONI, KNPI, Kwarda Pramuka, dan Pengprov Cabor Babel.(foto: reza).
Kadiskepora Babel Suharto memberikan pengarahan saat pertemuan dengan KONI, KNPI, Kwarda Pramuka, dan Pengprov Cabor Babel.(foto: reza).

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG - Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 yang akan diselenggarakan di Papua, berbagai persiapan telah dilakukan Provinsi Bangka Belitung (Babel) sebagai salah satu Provinsi yang akan mengikuti pesta akbar tingkat Nasional tersebut.

Seperti yang dilakukan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Babel, Senin (22/2/2021) pagi, yang mengumpulkan perwakilan KONI Babel, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), termasuk  Anggota Kwarda Pramuka Babel, Pengurus Pengprov Cabor dan para Pejabat Eselon di lingkungan kerja Diskepora Babel.

Pertemuan yang digelar di Gedung Olahraga Sahabudin itu, salah satunya untuk membahas program-program KONI beserta anggarannya.

Kepala Diskepora Babel, Suharto didampingi Sekretaris Dinas Diskepora, Yopi Wijaya dan Ketua Bidang Sarana dan Prasarana, Harun mengatakan, rakor ini harus dilaksanakan guna mendengar program-program KONI yang telah disusun, sehingga nantinya dapat disampaikan ke bagian anggaran.

‘’Atas petunjuk Gubernur usai rapim kemarin, Diskepora harus segera melakukan rapat ini, guna berkoordinasi dengan KONI terkait persiapan mereka dalam menghadapi PON Papua, termasuk anggaran yang akan disampaikan kepada tim anggaran, agar dapat diperjuangkan,” jelas Suharto.

Dalam pertemuan ini, juga untuk menjelaskan kondisi keuangan Babel yang sedang dalam kondisi defisit, dan dana dari pusat dikurangi, sehingga berdampak kepada seluruh penerima dana hibah. 

‘’Keuangan Babel dalam kondisi defisit, dana dari pusat dikurangi, pelaksanaan PON sudah dekat, semua harus bersatu untuk mencari solusi jalan keluarnya, dana yang dianggarkan Pemprov untuk PON akan dikurangi,” ujarnya.

Lebih jauh Suharto mengungkapkan, sejak awal dirinya sudah menyampaikan kepada Ketua KONI untuk tidak mengandalkan dana APBD, namun untuk dapat mencari solusi cara lain. Apabila KONI Babel tidak mampu, bisa berkoordinasi dengan KONI setiap Kabupaten/Kota.

“Jangan mengandalkan dana APBD, namun cari cara lain seperti atlet yang berprestasi cari bapak angkatnya, jangan dipaksakan menggunakan anggaran itu, Babel punya atlet Pelatnas, seperti atlet panjat tebing, mereka harus diperhatikan, apabila ada kendala bisa berkoordinasi dengan KONI Kabupaten dan Kota, syukur-syukur mereka bisa membantu,” tegas Suharto.

Diakhir pengarahannya, Kadiskepora Suharto menyarankan KONI Babel untuk segera melakukan audiensi dengan Gubernur dan memaparkan anggaran dana yang akan digunakan untuk PON Papua. 

‘’Segera laksanakan audiensi dengan Gubernur, sampaikan kendala-kendala yang ada sekarang ini, biar Gubernur juga mengetahui, jangan hanya Diskepora saja,” saran Suharto.

Dalam rapat koordinasi tersebut, diketahui, Pemprov Babel melalui Diskepora telah menganggarkan dana hibah kepada KONI Babel dengan nilai 15 miliar rupiah. Namun, dengan adanya refocusing, anggaran dapat berkurang. (rel/reza).

Diatas Footer
Light Dark