Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Menyaring Budaya Asing dengan Bijak

Oleh: Kartika Emillia Putri Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung

Maraknya komik-komik Jepang ataupun drama-drama korea dan girl band/boy band Korea yang sekarang semakin menjamur menyerbu ke segala penjuru dunia, salah satunya adalah Indonesia sendiri. Hal ini secara tak langsung telah menarik minat para remaja Indonesia untuk menyukai segala sesuatu yang berbau dengan negara-negara tersebut. Semuanya tak lepas dari masuknya budaya luar ke dalam Indonesia. Inilah yang menimbulkan kekhawatiran, begitu mudahnya masyarakat Indonesia menerima budaya asing yang justru bisa menggeser kebudayaan asli Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, budaya berarti sebuah pemikiran, adat istiadat atau akal budi. Secara tata bahasa, arti dari kebudayaan diturunkan dari kata budaya dimana cenderung menunjuk kepada cara berpikir manusia. Sedangkan menurut William H. Haviland, kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di terima oleh semua masyarakat. Jadi, budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, dan karya seni. Bahasa sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Permasalahan yang mulai harus kita cermati sekarang adalah derasnya pengaruh budaya asing yang kini mulai masuk ke Indonesia melalui berbagai cara. Era globalisasi dan kemajuan IPTEK mulai menekan proses akulturasi budaya yang menyebabkan mudahnya budaya asing masuk ke Indonesia. Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki banyak penduduk mau tak mau menjadi sasaran negara-negara yang terkenal akan kebudayaannya. Masuknya budaya asing tersebut kemudian mengakibatkan berbagai dampak yang timbul baik dampak positif maupun dampak negatif. Adapun dampak positif yang timbul dari masuknya budaya asing ke Indonesia salah satunya adalah meningkatnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Masyarakat Indonesia kini dapat mengakses informasi dari seluruh penjuru dunia dengan mudah. Selain itu proses komunikasi antara sesama manusia baik dalam negara maupun antar negara juga dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Namun, semuanya tak lepas juga dari banyaknya dampak negatif yang timbul antara lain yaitu sikap individualistis, gaya hidup hedonisme, gaya hidup kebarat-baratan, dan yang tak kalah penting yaitu berkurangnya sikap nasionalisme dan patriotisme dalam diri remaja Indonesia. Sikap cinta tanah air dan bangga menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) sudah mulai sirna terhapus oleh sikap yang lebih mencintai budaya asing. Secara tak sadar remaja Indonesia selalu menantikan idola-idola negara luar dan mencari segala informasi yang berhubungan dengan budaya luar. Sungguh mengenaskan melihat budaya kita sendiri yang kini telah jarang tersentuh oleh remaja Indonesia. Dimanakah eksistensi kebudayaan negara kita seperti wayang, angklung, tari saman, reog ponorogo, tari pendet dan yang lainnya? Bukankah seharusnya kita sebagai generasi penerus bangsa mempelajari dan memperkenalkan budaya kita sendiri ke negara-negara lainnya?. Jika Indonesia saja memiliki ribuan kebudayaan dengan ciri khas dan keunikannya masing-masing, lantas mengapa kita tidak mencintai kebudayaan kita sendiri? Sungguh miris melihat beberapa budaya Indonesia yang telah diklaim oleh negara asing salah satunya adalah lagu sayang-sayange dari Maluku yang telah diklaim oleh Negara Malaysia. Hal ini mencerminkan bahwa kurangnya masyarakat Indonesia yang tahu dan mengenak dengan baik kekayaan karya, seni dan budaya Nusantara yang seringkali terlupakan, padahal merupakan sesuatu yang sangat berharga. Maka pemerintah dan masyarakat memiliki peranan penting dalam mempertahankan nilai-nilai kebudayaan asli Indonesia karena hal tersebut merupakan nilai-nilai keaslian bangsa serta jati diri bangsa kita sendiri. Nilai-nilai kebudayaan tersebut bukan berati mengharuskan kita untuk tertutup terhadap negara luar, namun menjadikan kita sebagai masyarakat yang cinta tanah air dan bangga akan kekayaan negaranya sendiri. Bagi para remaja yang kini begitu mengagumi budaya asing, maka sudah selayaknya untuk menyaring budaya asing tersebut. Mari kita bersikap bijak dalam memilah dan memilih mana hal yang dapat diambil dan mana yang tak dapat diambil dari kebudayaan luar tersebut sehingga Indonesia tidak akan kehilangan jati diri bangsanya walapun era globalisasi sedang mendunia. Adapun hal-hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk mempertahankan kebudayaan Indonesia kita agar tak luntur yaitu menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air sebagai warga Indonesia, menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai pancasila ke dalam kehidupan sehari-hari, serta menyaring budaya asing yang masuk ke dalam negeri. Dengan begitu kebudayaan kita akan tetap dapat eksis di kalangan masyarakat Indonesia. Kalau bukan kita yang menjaga budaya kita sendiri, maka siapa lagi?.(****).
Diatas Footer
Light Dark