Diharap Jadi Icon Smelter ‘Tradisional’
Sungailiat – Satu lagi pabrik peleburan timah (smelter) beroperasi di Pulau Bangka. Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Maulana Ali didampingi Presiden Komisaris PT Unibros Mandiri Jakarta Hidayat Arsani, Direktur Operasional PT. ATD Makmur Mandiri Hero Tio serta Wu Hai Jin atau Mr. Wu dan Mr. Wang Shi Qing, investor dari China, kemarin siang, Minggu (30/10) dengan menekan tombol sirine meresmikan smelter itu.
Terletak di Kawasan Industri Jelitik, Sungailiat Kabupaten Bangka, smelter ini yang pertama dan satu-satunya di Indonesia menggunakan teknologi peleburan super canggih dan ramah lingkungan. Pabrik peleburan ini pun dinamai Green Smelter karena tidak lagi menghasilkan limbah asap, berkat filter sulfur yang mengubahnya menjadi uap.
“Kita berharap Green Smelter ini dapat menjadi icon smelter di Provinsi Bangka Belitung, bahwa tidak selamanya pabrik peleburan mengandung polusi. Kita juga menginginkan smelter-smelter yang lain menerapkan teknologi peleburan yang ramah lingkungan,” ungkap Hidayat Arsani saat memberikan sambutan.
Menurutnya, sudah selama 35 tahun teknologi peleburan timah tidak ramah lingkungan. Karenanya dengan hadirnya Green Smelter ATD ini, diharapkan smelter lebih bersahabat dengan lingkungan sekitar.
Sementara Gubernur Eko Maulana Ali saat sambutan sekaligus meresmikan pengoperasian smelter ATD menegaskan, terobosan yang digagas Hidayat Arsani bersama PT ATD Makmur Mandiri dan investor dari China ini, patut diberi apresiasi lebih. Sebab, pusat juga mengakui bahwa Green Smelter baru satu-satunya ada di Indonesia yakni di Kawasan Industri Jelitik Sungailiat. PT Timah sebagai ‘bapaknya’ smelter pun, belum menggunakan teknologi sehebat ATD ini.
“Sekarang kita punya smelter yang canggih, memang selama 35 tahun kita menggunakan smelter yang tradisional. Saya berterimakasih kepada penggagasnya Bapak Hidayat Arsani, PT ATD Makmur Mandiri dan investor dari China yang mengembangkan smleter ini sehingga ramah lingkungan. Kita harap Green Smelter ini kedepan menjadi icon jika ingin membangun smelter-smelter baru supaya masuk kategori pusat untuk ramah lingkungan,” tandasnya.
Sebagai bukti bahwa smleter ATD ini ramah lingkungan, menurut Ketua Panitia Pelaksana Peresmian, Nursirwan, saat ini sudah dikembangkan peternakan di belakang smelter dalam program CD (Community Development). Ratusan ayam potong Bangkok dan kambing langka bertanduk empat, sengaja diternakkan pihak perusahaan.
Hadir pula dalam peresmian Green Smelter kemarin, Kepala Korps Brimob Mabes Polri Inspektur Jenderal Syafie Aksa beserta rombongan, Wadantamal III AL, Ketua DPRD Provinsi Babel, Ismiryadi berkiut anggota, Kapolda Babel Brigadir Jenderal M. Rum Murkal, Kapolres Bangka Ajun Komisaris Besar Asep Ahdiatna, Wakil Bupati Bangka Nurhidayat Rani, pimpian DPRD Kabupaten Bangka, sejumlah kepala SKPD, jajaran Direksi PT Unibros Mandiri, para pengusaha pertimahan, direksi Bank Sumsel Babel, serta tamu undangan lainnya.
Dalam pantauan Rakyat Pos, usai penekanan tombol sirine tanda smelter itu diresmikan, rombongan Gubernur, Ketua DPRD, Kapolda beserta undangan lainnya diajak meninjau lingkungan smelter. Gubernur beserta rombongan menyaksikan proses peleburan pasir timah menjadi timah balokan, dan penggunaan tanur listrik untuk melebur timah kadar rendah serta slag menjadi debu. Selanjutnya debu itu dilebur lagi menjadi timah dengan kadar 99,99 persen.
Ditinjau pula peternakan kambing langka bertanduk empat serta ayam pedaging di belakang lingkungan smelter. (ahy/1)