Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Pemkab Bateng dan PKK MoU Ketahanan Pangan Keluarga

Ketua TP PKK Bateng drg. Eva Fidia Lestari Algafry dan Kepala Dinas Pangan Edi Romdhoni disaksikan oleh Bupati Algafry Rahman disela-sela teken MOU kedua lembaga di lokasi KWT Mentari Desa Nibung Kecamatan Koba, Kamis (08/04/2021). (Foto: Tamimi).
Ketua TP PKK Bateng drg. Eva Fidia Lestari Algafry dan Kepala Dinas Pangan Edi Romdhoni disaksikan oleh Bupati Algafry Rahman disela-sela teken MOU kedua lembaga di lokasi KWT Mentari Desa Nibung Kecamatan Koba, Kamis (08/04/2021). (Foto: Tamimi).

RAKYATPOS.COM, KOBA - Pemkab Bangka Tengah (Bateng) melalui Dinas Pangan dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) tandatangan nota kesepakatan tentang Ketahanan Pangan Keluarga bersama Kelompok Wanita Tani (KWT). 

Digelar juga penyerahan simbolis bantuan oleh Bupati Bateng Algafry Rahman dan Ketua TP PKK drg. Eva Fidia Lestari Algafry di lokasi KWT Mentari Desa Nibung Kecamatan Koba, Bateng, Kamis (08/05/2021). Bantuan itu untuk enam KWT masing-masing sebesar Rp60 juta bersumber dari dana dekonsentrasi, penyerahan bantuan pemerintah Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik sebesar Rp55 juta untuk lima KWT, dan penyerahan bantuan sumber dana APBN kegiatan pertanian keluarga sebesar Rp150 juta bagi Kelompok Tunas Harapan Jaya Milenial Desa Pasir Garam dan Kelompok Pemuda Pacer Desa Kretak. Menyusul penyerahan sertifikat P4S Kelas Madya. 

"Nota kesepakatan ini sebagai upaya pemerintah memperluas jangkauan kebutuhan pangan rumah tangga bertujuan mencukupi kebutuhan konsumsi keluarga. Melalui KWT ini, masyarakat khususnya ibu-ibu bisa memanfaatkan lahan sempit disekitar rumah untuk ditanami tanaman yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Algafry Rahman. 

Dikatakannya, berbagai produk pangan baik pangan segar maupun pangan olahan dengan mudah dijumpai. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkewajiban mewujudkan ketersediaan, kejangkauan dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu dan bergizi seimbang baik tingkat nasional maupun daerah termasuk pedesaan hingga perseorangan dengan memanfaatkan sumber daya, kelembagaan dan budaya lokal. 

"Pada masa pandemi Covid-19 ini ketersediaan aksebilitas dan pemanfaatan pangan untuk rumah tangga sangat penting karena kebutuhan itu pasti tinggi apalagi menjelang bulan Ramadhan ini," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua TP PKK Bateng, drg. Eva Fidia Lestari Algafry mengatakan momentum ini tidak hanya ke dinas pangan, tetapi juga kepada OPD yang lain. "Kerjasama ini bukan kepada dinas pangan saja, kepada semua elemen yakni KWT, Camat, Kades, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ibu-ibu. Kalau kita tidak bekerjasama dan sama-sama bekerja, maka akan sulit mendapat hasil yang diharapkan," ujarnya. 

Ia menambahkan kebutuhan pangan keluarga merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat karena konsumsi tertinggi terletak pada kebutuhan keluarga khususnya tanaman bumbu-bumbuan. 

"Kalau KWT telah memberdayakan potensi lahan tidur yang sempit diolah menjadi produktif, maka tercukupi konsumsi pangan keluarga, seperti cabe, bawang, daun bawang, kacang-kacangan, jagung, seledri, sayur-sayuran, kunyit, lengkuas dan sejenisnya. Minimal KWT maupun ibu-ibu rumah tangga bisa menanam dirumah sendiri," ungkapnya. (ran).

Diatas Footer
Light Dark