Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Pentingnya Landasan Psikologis dalam Pengembangan Kurikulum

Oleh: Denni Mahasiswi IAIN SAS BABEL

Kurikulum merupakan suatu program untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. Tujuan itulah yang dijadikan sebagai arah atau acuan segala kegiatan pendidikan yang dijalankan. Berhasil atau tidaknya program pengajaran di sekolah dapat diukur dari seberapa jauh dan seberapa banyak pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Kurikulum bersifat dinamis serta harus selalu mengalami perubahan dan pegembangan, agar dapat mengikuti perkembangan dan tantangan zaman. Meski demikian, perubahan dan pengembangannya harus dilakukan dengan sistematis dan terarah. Perubahan dan pengembangan kurikulum harus memiliki visi dan arah yang jelas, akan dibawa kemana sistem pendidikan nasional dengan kurikulum tersebut. Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kurikulum adalah landasan psikologis. Landasan psikologis pengembangan kurikulum menuntut kurikulum untuk memperhatikan dan mempertimbangkan aspek peserta didik dalam pelaksanaan kurikulum. Sehingga pada saat pelaksanaan kurikulum apa yang menjadi tujuan kurikulum akan tercapai secara optimal. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Sedangkan Kurikulum adalah upaya menentukan program pendidikan untuk mengubah perilaku manusia. Oleh sebab itu, pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh psikologi sebagai acuan dalam menentukan apa dan bagaimana perilaku itu harus dikembangkan. Pengetahuan tentang psikologi akan membantu para pengembang kurikulum untuk lebih realistis dalam memilih tujuan pendidikan. Dengan menerapkan landasan psikologi dalam proses pengembangan kurikulum diharapkan pendidikan yang dilaksanakan relevan dengan hakikat peserta didik. Baik penyesuaian dari segi materi atau bahan yang harus diberikan dan dipelajari, maupun dari segi penyampaian dan proses belajar serta penyesuaian dari unsur-unsur pendidikan lainnya. Pada dasarnya, terdapat dua cabang ilmu psikologi yang berkaitan erat dalam proses pengembangan kuirkulum. Pertama, psikologi perkembangan yang mengkajian tentang hakekat perkembangan, tahap perkembangan, aspek-aspek perkembangan, tugas perkembangan, serta hal lainnya, yang dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan kurikulum. Keluasan dan kedalaman materi serta cara yang ditempuh untuk mendidik harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Pola pikir anak sekolah dasar akan berbeda dengan pola pikir anak sekolah menengah pertama. Karenanya setiap materi dan cara yang diberikan tidaklah sama. Karakteristik perilaku diberbagai tingkatan perkembangan merupakan bahan kajian dari psikologi perkembangan. Kedua, psikologi belajar yang berisi teori-teori psikologi mengenai belajar, terutama tentang bagaimana cara individu belajar atau melakukan pembelajaran. Psikologi belajar berperan dalam bagaimana kurikulum itu diberikan kepada peserta didik dan bagaimana peserta didik mempelajarinya. Lain halnya dengan psikologi perkembangan yang berpengaruh terhadap isi atau muatan kurikulum, psikologi belajar berpengaruh terhadap strategi kurikulum atau cara menyampaikan bahan pelajaran. Penulis menyimpulkan bahwa dalam mengembangkan kurikulum diperlukan landasan yang kokoh, terutama landasan yang berhubungan langsung dengan unsur pendidikan, yaitu peserta didik. Karena tujuan dari kurikulum itu sendiri adalah perubahan perilaku peserta didik. Dan disinilah psikologi mengambil peran sebagai suatu disiplin ilmu yang mengkaji tentang tingkah laku manusia. Jika suatu kurikulum tidak menggunakan landasan psikologis, kurikulum tersebut tidak akan menyesuiakan dengan tingkat perkembangan peserta didik dan cara mereka dalam belajar. Jadi, begitu pentingnya Landasan Psikologis dalam Pengembangan Kurikulum.(***).
Diatas Footer
Light Dark