Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Perpusnas Sosialisasikan UU Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam di Babel

Kepala DKPUS Babel Asyraf Suryadin saat membuka Sosialisasi UU No 13 Tahun 2018.(foto: ist).
Kepala DKPUS Babel Asyraf Suryadin saat membuka Sosialisasi UU No 13 Tahun 2018.(foto: ist).

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Menjelang akhir Februari 2021, Perpustakaan Nasional Republik Indoensia (Perpusnas RI) bekerjasama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam di Babel.

Kegiatan berlangsung di Swiss belHotel Jalan Jenderal Sudirman Pangkalpinang, Kamis (25/2/2021) tersebut, dibuka Kepala DKPUS Babel Asyraf Suryadin mewakili Gubernur Babel, dan diikuti sebanyak 60 peserta berasal dari berbagai instansi dan kalangan bidang cetak dan rekam. 

Deputi  Bidang Pengembangan dan Jasa Informasi Perpusnas RI, diwakili Subeti Makdriani Pustakawan Utama Perpusnas menjelaskan, sosialisasi ini secara khusus diperuntukkan  kepada para penerbit dan produsen rekaman, Perguruan Tinggi yang ada di Babel. 

Yang disosialisasikan ini, ditambahkan Subeti, adalah UU No.13 tahun 2018 yang menggantikan UU No.4 tahun 1990, dalam rangka mengimbangi perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi pada saat ini.

Penyelenggaraan UU ini, lanjut Subeti, untuk mengakomodir berbagai publikasi dalam bentuk digital atau elektronik yang muncul di zaman sekarang. Munculnya UU ini, untuk mengatur hasil karya cetak dan karya rekam dari publikasi tersebut.

"Saya bersyukur karya digital atau elektronik tersebut, kini secara tegas dalam UU Nomor 13 Tahun 2018 yang baru disebutkan sebagai salah satu karya yang harus diserahkan kepada Perpusnas dan Perpustakaan Provinsi untuk disimpan, dilestarikan dan didayagunakan," ungkap Subeti Makdriani.

Kepala DKPUS Babel foto bersama Tim Perpusnas RI, dan peserta Sosialisasi UU No 13 Tahun 2018.(foto: ist).

Menurutnya, UU Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam menjadi pemacu dan pemicu  Perpusnas untuk menjadi semakin lebih baik dan berkomitmen untuk melakukan setiap proses dengan baik.

Saat ini, kata Subeti, Provinsi Babel dari tahun 2019-2020 terdapat 26 penerbit yang aktif telah melaksanakan serah simpan UU Nomor 13 tahun 2018 , yaitu sebanyak 72 judul dan 133 eksemplar.

Sementara itu, Kepala DKPUS Babel, Asyraf Suryadin mengatakan, berkenaan dengan kegiatan hasil perburuan yang telah dilakukan DKPUS Babel adalah ke sejumlah OPD dan Perguruan Tinggi yang ada di Babel.

Asyraf berharap melalui sosialiasi ini, kantor/instansi yang menerbitkan buku dapat menyerahkan hasil karyanya ke DKPUS Babel.

"Menyerahkan hasil karya ke DKPUS bukan hanya akan disimpan sebagai dokumen saja, tetapi hal ini merupakan suatu peradaban," ujar Asyraf.

Dalam kegiatan tersebut, juga diperkenalkan e-Deposit yang merupakan aplikasi penghimpunan, pengolahan dan pendayagunaan daya rekam serta Muatan Peraturan Daerah terkait Perpustakaan. (rel/aliyah).

Diatas Footer
Light Dark