Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

PLN Babel Terima 287 Sertifikat Aset Tanah

Direktur utama PT PLN saat menerima sertifikat dari BPN Babel. Foto (nov)
Direktur utama PT PLN saat menerima sertifikat dari BPN Babel. Foto (nov)

RAKYATPOS.COM,PANGKALPINANG -- PT. PLN Unit Induk Wilayah Bangka  Belitung (Babel) berhasil mensertifikat aset tanah sebanyak 287 persil. Sertifikat tanah ini, diterima secara simbolis oleh Direktur Utama PT. PLN, Zulkifli Zaini dari Kabag TU Kanwil BPN Babel Iwan Setiawan, dalam rakor pencegahan korupsi di Mahligai Serumpun Sebalai, Selasa (6/4/2021).  

Sertifikat ini merupakan bagian dari 634 bidang tanah aset negara yang ada di Provinsi Bangka Belitung yang belum bersertifikat. Yang mana dalam penyerahan kali ini disaksikan langsung Bupati/Walikota se- Babel dan Sekda Babel, serta instansi terkait lainnya.  

"D Provinsi Bangka Belitung ini, kurang lebih 674 sertifikat telah kami terima sepanjang tahun 2020-2021 dan hari ini bertambah sebanyak 287 sertifikat lagi aset tanah yang dikelola PLN hari ini, " kata Zulkifli, saat memberikan sambutan.  

Zulkifli menambahkan, PLN masih memiliki kewajiban melakukan sertifikasi aset sebanyak 57 ribu persil yang tersisa. Pada tahun 2021 ini, PLN menargetkan 27 ribu persil dapat tersertifikasi untuk mencapai target persentase sebanyak 70 persen.

Langkah ini untuk mencapai hasil akhir sertifikasi aset sebanyak 100 persen yang ditargetkan selesai pada tahun 2023. Selain itu pada tahun 2021 ini, PLN juga akan menargetkan penyelesaian 70 persil permasalahan aset  properti, dari total 185 persil permasalahan dengan Perorangan/Pemda/TNI/POLRI/instansi yang telah terinventarisasi pada tahun 2020.

PLN sebagai salah satu BUMN terbesar di Indonesia memiliki 93 ribu persil aset tanah dengan nilai tidak kurang dari 160 triliun. Sejak PLN berdiri aset tanah yang memiliki sertifikat hanya sebanyak 28 ribu persil atau ekuivalen sebesar 30 persen.  

"Sepanjang tahun 2020-2021 ini, dengan dukungan tiada henti dari Komisi Pemberantasan Korupsi, sebanyak 20 ribu persil aset PLN berhasil disertifikasi, " imbuhnya.  

Jumlah tersebut, menambah jumlah aset yang telah disertifikasi menjadi sebanyak 48 ribu persil atau ekuivalen sebesar 45%.

Komisi Pemberantasan Korupsi, secara nyata telah mendukung PLN dengan langsung hadir dalam rapat-rapat koordinasi antar lembaga yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi, Kementerian ATR/BPN, dan PLN. Di bawah komando teman-teman Korwil dan Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi, koordinasi itu berlangsung secara efektif.

Membangun kolaborasi antara Unit Induk PLN dengan Kanwil dan Kantah ATR/BPN juga dengan Pemerintah Daerah di setiap provinsi dan kabupaten / kota.  

"Sertifikasi sebagai bagian dari program Perbaikan Tata Kelola Aset PT PLN (Persero) dapat berjalan dengan baik tanpa hambatan. PLN bersyukur telah mendapatkan suatu kehormatan atas dukungan tiada henti dari Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut, " tukasnya.

Zulkifli  berharap  Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kementerian ATR berkenan untuk terus memberikan dukungan kepada PLN sehingga target tersebut dapat dicapai.

Pimpinan KPK RI, Lili Pintauli Siregar menyebutkan,  aset PLN perlahan-lahan dapat terselamatkan, dengan berhasil mendapatkan sertifikat untuk aset-aset tersebut.

Ia berharap, aset-aset ini bisa dimaksimalkan untuk pembangunan, kesejahteraan dan lainnya dengan tetap mematuhi aturan yang berlaku.  

"KPK akan terus mendorong PLN untuk memaksimalkan potensi dan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi, " tandasnya (nov/7)  

Diatas Footer
Light Dark