Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Tak Kantongi SPK, Satpolair Polres Basel Tertibkan 7 Unit PIP di Laut Bantil Toboali

Satpolair Polres Basel menertibkan PIP ilegal di Laut Bantil Toboali
Satpolair Polres Basel menertibkan PIP ilegal di Laut Bantil Toboali

 

 

 

*PIP Langgar Kesepakatan Akan Ditegur Hingga Laporan Kepolisian

RAKYATPOS.COM, TOBOALI – Jajaran Satpolair Polres Basel dipimpin oleh Kasat Polair AKP Slamet Riyadi melakukan penertiban 7 unit PIP yang tidak mengantongi SPK PT Timah di Laut Bantil Toboali, Sabtu (20/2/2021). Satpol Air menindaklanjuti laporan masyarakat yang menyebutkan ada aktivitas tambang di lokasi tersebut tanpa mengantongi izin.

 

Kapolres Basel AKBP Agus Siswanto melalui Kasat Polair, AKP Slamet Riyadi mengungkapkan PIP tersebut adalah eksodus dari perairan Suka Damai yang tidak mendapatkan SPK dan sekitar 5 bulan tidak bekerja. “Sehingga mereka nekad bergeser ke Bantil dan bekerja di sana,” jelas Slamet. 

 

Menurutnya, dari keterangan beberapa pekerja mereka memang hendak menarik pontonya karena bekerja di lokasi tersebut tidak mendapatkan pasir timah. “Meski begitu, kita tetap melakukan penertiban, kita minta mereka berhenti dan tidak lagi bekerja secara illegal, jika mereka tidak mengindahkan akan kita tindak sesuai aturan hukum” imbuh Kasatpolair. 

 

Ia menambahkan, sebelumnya juga ada 15 unit PIP yang bekerja di sana dan telah dilakukan penertiban oleh Satpolair. “Mungkin karena kita pengamanan PIP di perairan Suka Damai dan sekitarnya jadi mereka mencari celah untuk bekerja di sana, tetapi tadi sudah kita tertibkan semua,” tegasnya.

 

 

Terpisah, Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengingatkan CV mitra PT Timah agar tidak melanggar kesepakatan yang tertuang dalam kontrak SKP. Jika ada mitra yang menjual pasir timah ke luar PT Timah maka akan diberikan sangsi teguran hingga pelaporan ke kepolisian.

 

 "Ada mekanisme didalam kontrak jika ditemukan CV yang menjadi mitra PT Timah yang melanggar kontrak, mulai dari surat teguran sampai dilaporkan kepada pihak yang berwajib, " jelasnya. Lebih lanjut ia mengatakan, PT Timah memiliki perangkat dan tim operasi produksi di lokasi penambangan untuk mengawasi hal tersebut.

 

"Namun pada dasarnya, kita selalu mengupayakan untuk pola kerja sama antara PT Timah dengan mitra yang baik, " pungkasnya. (raw)

Diatas Footer
Light Dark